Pages

Orang Bahagia dan Positif Cenderung Hidup Lebih Lama

Jurnal KeSimpulan.com - Kebahagiaan hidup berkorelasi dengan umur panjang. Orang-orang bahagia tidak hanya menikmati hidup, mereka juga cenderung hidup lebih lama.

"Mungkin pagi ini Tuhan tidak ada. Tetaplah nikmati hari Anda," kata Clinton Richard Dawkins, zoolog University of Oxford dan University of California, Berkeley.

Orang-orang dalam suasana hati yang lebih baik memiliki 35% lebih kecil kemungkinan mati dalam 5 tahun berikutnya ketika menghadapi situasi hidupnya.

Cara tradisional untuk mengukur kebahagiaan adalah melalui tes kuesioner. Tapi Andrew Steptoe, psikolog dan epidemiolog University College London (UCL), menyadari metode tersebut tidak valid.

"Saat menjawab, orang cenderung menghitung pahala-pahala mereka dan membandingkan pengalaman dengan kehidupan orang lain," kata Steptoe.

Sebuah proyek English Longitudinal Study of Ageing (ELSA) mencoba mendapat lebih spesifik dengan mengikuti lebih 11.000 orang berusia 50 dan lebih tua sejak tahun 2002.

Tahun 2004, ELSA mengumpulkan 4.700 sampel air liur 4 kali dalam satu hari dan pada waktu yang sama menilai seberapa senang, bersemangat, konten, khawatir, cemas, dan takut yang mereka rasakan.

Sampel air liur masih menunggu analisis untuk hormon stres, tapi kemarin Steptoe dan Jane Wardle melaporkan link antara suasana hati dan kematian di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Dari 924 orang yang melaporkan perasaan positif, hanya 7,3% atau 67 orang meninggal dalam waktu 5 tahun. Untuk orang dengan perasaan paling positif menjadi hanya 3,6% atau 50 dari 1.399 orang.

Mungkin orang meninggal lebih cepat tidak bahagia karena mereka sakit parah atau karena sejumlah faktor lain yang mempengaruhi mortalitas dan suasana hati.

Jadi tim menyesuikan usia, jenis kelamin, faktor demografis seperti kekayaan dan pendidikan, depresi, kesehatan (termasuk didiagnosis penyakit utama), dan perilaku seperti merokok dan aktivitas fisik.

Bahkan dengan penyesuaian variabel tersebut, risiko kematian dalam 5 tahun ke depan masih 35% lebih rendah bagi orang yang paling bahagia. Suasana hati positif berkorelasi dengan umur panjang, tapi bukan sebuah bukti bahwa kebahagiaan membuat imortalitas, kata Steptoe.

"Kita tidak ingin membuat orang merasa bersalah jika mereka tidak termasuk orang-orang positif. Di sisi lain, kita tahu keadaan kehidupan masyarakat juga sangat relevan," kata Steptoe.

Artinya, suatu tuntutan penting untuk memastikan bahwa orang memiliki uang atau seumber daya yang cukup untuk mendukung perawatan kesehatan dan dukungan sosial.

"Saya pikir ini cukup menarik dan kuat," kata Laura Carstensen, psikolog perkembangan Stanford University di Palo Alto, California.

Maret lalu Carstensen melaporkan temuan ke Psychology and Aging dengan mencatat emosi manula di San Francisco Bay Area lima kali setiap seminggu selama 10 tahun.

Hasilnya 111 orang yang merasa lebih bahagia menjalani rentang hidup lebih lama dibanding orang dengan emosi negatif.
Positive affect measured using ecological momentary assessment and survival in older men and women

Andrew Steptoe1 dan Jane Wardle1
  1. Department of Epidemiology and Public Health, University College London, London WC1E 6BT, United Kingdom
PNAS October 31, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1110892108
Artikel lain :

Carstensen, Laura L, et.al. Emotional experience improves with age: Evidence based on over 10 years of experience sampling. Psychology and Aging, Vol 26(1), Mar 2011, 21-33, DOI:10.1037/a0021285
Clinton Richard Dawkins http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Dawkins
Andrew Steptoe http://www.ucl.ac.uk/epidemiology/people/steptoea.htm
Laura Carstensen http://longevity.stanford.edu/people/staff-2/laura-carstensen/
Jane Wardle http://www.ucl.ac.uk/hbrc/diet/wardlej.html

Artikel Lainnya: