Pages

Monyet Maternal Brachyteles hypoxanthus Hidup Egaliter

Jurnal KeSimpulan.com - Masyarakat maternal Monyet Northern Muriqui (Brachyteles hypoxanthus) yang humanis di Brasil hidup egaliter dalam lingkungan pluralisme.

Satu masyarakat monyet di Brasil hidup dalam kelompok lingkungan pluralisme dan lebih egaliter dibanding kebanyakan primata lain. Dan anak-anak menghabiskan banyak waktu bersama ibu yang membantu mereka menemukan jodoh.

Karen Strier, bioantropolog University of Wisconsin-Madison, dan rekannya mengikuti, mengumpulkan dan menganalisis DNA 22 bayi, 21 ibu dan 24 ayah serta melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Dari 22 bayi, sebanyak 13 laki-laki yang menjadi ayah paling sukses 18 persen. Hal ini kontras dengan kebanyakan spesies primata seperti gorila dan simpanse di mana setiap laki-laki menjadi ayah 85 persen dari semua keturunan.

Strier mengikuti mereka selama 30 tahun. Northern Muriqui (Brachyteles hypoxanthus) hidup damai dan toleran dalam kelompok dimana hubungan antara pria dan wanita non-hirarkis dan sumber daya makanan dibagi rata.

Tidak seperti primata lainnya, Muriquis laki-laki menghabiskan sejumlah besar waktu bersama ibu mereka sementara keturunan perempuan cenderung bergerak luas ke kelompok lain.

"Kedekatan sosial dengan emaknya mungkin membuat laki-laki ke dalam jarak sosial lebih besar dengan perempuan lain, termasuk perempuan yang tidak berhubungan secara seksual reseptif," kata Strier.

Anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktu dengan ibu menjadi paling sukses dalam reproduksi di dalam kelompok. Dan ibu yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka cenderung memiliki lebih banyak cucu.

"Sekarang kita tahu siapa keluarga bayi sehingga memungkinkan untuk menyelidiki apakah ada peran nenek," kata Strier.

Hari ini total populasi Brachyteles hypoxanthus tinggal 2.000 individu di alam liar. Mereka salah satu monyet paling terancam dari semua monyet di dunia selain manusia.

Benteng terakhir adalah Hutan Atlantik di utara Brazil di mana mereka makan daun, buah dan bunga di musim hujan, serta kulit kayu, bambu, pakis, nektar, serbuk sari, dan bijian.

Mereka tumbuh sampai setinggi 60 cm, dipenuhi bulu lembut putih, kuning, abu-abu atau cokelat tebal. Hidup mereka yang damai.
Low paternity skew and the influence of maternal kin in an egalitarian, patrilocal primate

Karen B. Strier1, Paulo B. Chaves2, Sérgio L. Mendes3, Valéria Fagundes3, dan Anthony Di Fiore2,4
  1. Department of Anthropology, University of Wisconsin, Madison, WI 53706
  2. Department of Anthropology and Center for the Study of Human Origins, New York University, New York, NY 10003
  3. Departamento de Ciências Biológicas, Centro de Ciências Humanas e Naturais, Universidade Federal do Espírito Santo, Maruipe, Vitória, ES 29043-900, Brazil
  4. Department of Anthropology, University of Texas at Austin, Austin, TX 78712
PNAS November 7, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1116737108
Karen Strier http://www.anthropology.wisc.edu/people_strier.php

Video : uwMadisonCio's Channel http://www.youtube.com/user/uwMadisonCio
Gambar : Luiz Claudio Marigo http://pin.primate.wisc.edu/factsheets/entry/muriqui/av


Artikel Lainnya: