Pages

Master Hormon Strigolactone Kontrol Pertumbuhan Tanaman

Jurnal KeSimpulan.com - Master hormon kontrol pertumbuhan tanaman. Sebuah hormon tunggal koordinator bagaimana tanaman tumbuh dalam menanggapi lingkungan.

Phil Brewer, botanis molekuler University of Queensland, dan rekan melaporkan temuan zat kimia disebut strigolactone ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

"Ini hormon sangat penting," kata Brewer.

Tiga tahun lalu, Brewer melapor ke Nature bahwa strigolactone penentu apakah tanaman tumbuh panjang dan kurus ataukah lebar dan lebat.

Ketika asupan gizi atau tingkat cahaya rendah maka tingkat strigolactone naik, menekan perkembangan cabang sehingga tanaman tumbuh tinggi dan kurus.

Akhirnya tanaman lebih banyak menggapai cahaya dan memaksimalkan energi yang difokuskan produksi bunga dan biji daripada pertumbuhan vegetatif.

Ketika asupan gizi atau tingkat cahaya banyak, tingkat strigolactone turun, mengijinkan percabangan dan meluas serta mampu memproduksi sumber daya berlimpah.

Sekarang, Brewer menemukan strigolactone memiliki wewenang lebih luas.

"Awalnya kami pikir strigolactone adalah percabangan. Tapi sekarang kita menemukan hormon terlibat dalam banyak hal lain," kata Brewer.

Ketika strigolactone tinggi, tunas juga mengental hingga batang utama. Selain memastikan tumbuh tinggi mencapai cahaya, tanaman juga memiliki kekuatan struktural.

"Hormon ini mengkoordinasikan respon seluruh bagian. Bukan hanya tentang percabangan, tetapi seluruh optimalisasi pertumbuhan."

Selama bertahun-tahun para ilmuwan berpikir penebalan batang dikendalikan zat kimia disebut auxin, namun temuan Brewer menyanggah.

"Kami menunjukkan auxin bekerja atas perintah strigolactones. Ini perubahan besar dogma di lapangan."

Selain itu, ketika kadar nutrisi rendah, peningkatan strigolactone merangsang produksi rambut akar dan jamur mycorrhizal yang menguntungkan karena membantu penyerapan nutrisi.
Strigolactone signaling is required for auxin-dependent stimulation of secondary growth in plants

Javier Agusti1 et.al.
  1. Gregor Mendel Institute of Molecular Plant Biology, Austrian Academy of Sciences, 1030 Vienna, Austria
PNAS November 28, 2011

Akses : 10.1073/pnas.1111902108
Phil Brewer http://www.cilr.uq.edu.au/pages.aspx?id=120

Artikel Lainnya: