Pages

Massa Partikel Materi Gelap Individu Minimal 40 GeV

Jurnal KeSimpulan.com - Materi gelap yang misterius perlahan-lahan kehabisan tempat untuk bersembunyi. Tetapi berapa beratnya simpang siur, partikel ini mungkin kelas berat.

Dua penampakan sinar gamma terbaru menunjukkan jika sang misterius adalah sebuah partikel maka lebih berat dari 40 gigaelectronvolts atau 44 kali massa proton.

Bertentangan 3 eksperimen di Bumi yang menampakkan berat hanya seperempatnya, meskipun beberapa peneliti mengatakan masih belum fix.

Materi gelap menyusun 80 persen materi alam semesta, namun tidak ada yang yakin. Kandidat terbaik adalah WIMP.

Fisikawan tahu berapa banyak materi gelap menempati akun alam semesta secara total, tetapi tidak tahu berapa berat masing-masing individu.

Salah satu cara untuk mengetahui adalah menunggu dengan sabar untuk sebuah partikel memukul detektor yang terkubur di bawah tanah agar terhindar dari sinyal palsu oleh partikel biasa dari angkasa.

Sejauh ini eksperimen CRESST II dan DAMA di Italia melaporkan sebuah partikel dengan berat antara 7 hingga 20 gigaelectronvolts (GeV).

Cara lain adalah mencari radiasi sinar gamma ketika 2 WIMP bertabrakan dan memusnahkan satu sama lain, menghasilkan kaskade partikel dan foton. Sejauh ini 2 tim independen mengukur berat data Fermi minimal 40 GeV.

Tim-tim peneliti menggunakan pendekatan statistik berbeda untuk mengurangi emisi sinar gamma dari sumber astrofisika normal seperti pulsar dan supernova. Kesimpulan sama: setiap sinar gamma dari materi gelap harus dihasilkan oleh partikel yang relatif berat. Why?

"Jika WIMP lebih kecil, kita harus melihat mereka, tapi kenyataan tidak. Ini batas terkuat massa yang kita miliki sejauh ini," kata Savvas Koushiappas, fisikawan Brown University di Providence, Rhode Island.
Exclusion of canonical WIMPs by the joint analysis of Milky Way dwarfs with Fermi

Alex Geringer-Sameth, Savvas M. Koushiappas

arXiv:1108.2914 (Last revised 3 Nov 2011)

Akses : arXiv:1108.2914

Constraining dark matter models from a combined analysis of Milky Way satellites with the Fermi-LAT

The Fermi-LAT Collaboration: M. Ackermann, M. Ajello, A. Albert, W. B. Atwood, L. Baldini, J. Ballet, G. Barbiellini, D. Bastieri, K. Bechtol, R. Bellazzini, B. Berenji, R. D. Blandford, E. D. Bloom, E. Bonamente, A. W. Borgland, J. Bregeon, M. Brigida, P. Bruel, R. Buehler, T. H. Burnett, S. Buson, G. A. Caliandro, R. A. Cameron, B. Canadas, P. A. Caraveo, J. M. Casandjian, C. Cecchi, E. Charles, A. Chekhtman, J. Chiang, S. Ciprini, R. Claus, J. Cohen-Tanugi, J. Conrad, S. Cutini, A. de Angelis, F. de Palma, C. D. Dermer, S. W. Digel, E. do Couto e Silva, P. S. Drell, A. Drlica-Wagner, L. Falletti, C. Favuzzi, S. J. Fegan, E. C. Ferrara, Y. Fukazawa, S. Funk, P. Fusco, F. Gargano, D. Gasparrini, N. Gehrels, S. Germani, N. Giglietto, F. Giordano, M. Giroletti, T. Glanzman, G. Godfrey, I. A. Grenier,et al. (93 additional authors not shown)

arXiv:1108.3546 (Last revised 19 Aug 2011)

Akses : arXiv:1108.3546
Savvas Koushiappas http://www.physics.brown.edu/people/detail.asp?id=159

Artikel Lainnya: