Pages

Lukisan Realistik Gua Paleolitik Kuda Bintik Hitam

Jurnal KeSimpulan.com - 25.000 tahun lalu, manusia mulai melukis makhluk aneh di dinding gua-gua di Eropa selain hewan seperti badak, sapi liar dan hewan lainnya.

Arkeolog menemukan lebih dari 100 lukisan di Eropa hampir semua terkonsentrasi di Perancis selatan dan Spanyol utara. Gua Chauvet di Perancis berdating 32.000 tahun menampilkan seni gua paling dini.

Gua-gua di Lascaux Perancis dan Altamira Spanyol setidaknya berdating 15.000 tahun. Hampir sepertiga adalah lukisan kuda dan hampir semua dari kuda-kuda diberikan corak cokelat atau hitam.

Tapi sejumlah kecil gua termasuk Pech Merle di Perancis selatan berdating 25.000 tahun menampilkan sketsa lain dari yang lain yaitu kuda putih dengan bintik-bintik hitam.

Beberapa arkeolog berpendapat pola leopard sarat simbol fantastik ketimbang realistik. Selain itu para ilmuwan ragu mereka melakukannya sebelum domestikasi spesies 5000 tahun lalu.

Sekarang DNA prasejarah menyimpulkan kuda memang berkeliaran di Eropa kuno. Seniman awal mungkin telah mereproduksi apa yang mereka lihat daripada menciptakan makhluk-makhluk khayalan.

Arne Ludwig, genetikawan Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research di Berlin, bersama tim menganalisis sampel DNA dari 31 kuda prasejarah dari Siberia hingga Eropa Barat berdating 20.000 hingga 2.200 tahun.

Varian genetik disebut LP mirip bercak leopard pada kuda modern. Sekitar 14.000 tahun lalu kuda memiliki penanda genetik LP yaitu selama masa kejayaan lukisan gua.

Para peneliti berspekulasi gen mungkin menguntungkan selama zaman es seperti mantel yang berfungsi sebagai kamuflase di alam bersalju. Tetapi varian menjadi langka dan merugikan setelah es menghilang hingga dipelihara peternak kuda modern.
Genotypes of predomestic horses match phenotypes painted in Paleolithic works of cave art

Melanie Pruvost1,2 et.al.
  1. Research Group of Evolutionary Genetics, The Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research, 10252 Berlin, Germany
  2. Department of Natural Sciences, German Archaeological Institute, 14195 Berlin, Germany
PNAS November 7, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1108982108

Artikel Lainnya: