Pages

Laba-laba Caerostris darwini Madagaskar Jala Terbesar

Jurnal KeSimpulan.com - Laba-laba Caerostris darwini hidup di Madagaskar mengintai lalat dan capung dalam ukuran yang sama. Trik arsitek menjebak mangsa.

Seekor laba-laba menyusuri sehelai sutra dari cabang pohon ke pohon yang membentang melintas sungai. Ia menggantung di udara dan meludahkan sutra, makin panjang dan makin panjang.

Memintal helai per helai benang hingga selebar 25 meter terus menerus, melawan arah angin dan menyeberangi sungai.

Tiba-tiba ia berhenti dan mulai terhuyung ke ke belakang, jala menegang karena gaya tarikan.

Ini adalah langkah pertama membangun jaring laba-laba terbesar di dunia yang melintas di atas sebuah sungai tropis.

Bertengger di pusat jaring besar, laba-laba Caerostris darwini berpesta sejumlah besar serangga dari air.

Laba-laba kulit kayu Darwin di Madagaskar resmi masuk ke katalog tahun lalu oleh Kuntner Matjaz, evolusionis Slovenian Academy of Sciences and Arts di Ljubljana, dan Ingi Agnarsson, zoolog University of Puerto Rico di San Juan.

Bersama Matjaz Gregorič, evolusionis Slovenian Academy of Sciences and Arts, dan Todd Blackledge, behavioris University of Akron di Ohio, mereka studi lapangan lebih banyak untuk mengetahui bagaimana laba-laba membangun jaring.

Caerostris darwini memiliki keunggulan. Jala membentang di atas sungai menjadi sarang laba-laba sutera terlebar di Planet Bumi. Sutra paling rumit dari setiap laba-laba.

Seperti Anda harus mengangkat gerbong kereta api dengan seutas tali nylon. Benang Caerostris darwini sangat luar biasa dan lebih kuat dibanding zat sintetis buatan.

Spesies laba-laba membangun dengan metode arsitektur. Sebuah teknik memiliki asal-usul evolusi kuno. Mereka berjalan di sepanjang jalur dan memperkuat di kedua ujung.

Kemudian menambah penopang vertikal, membentuk formasi "T". Pola vertikal menjadi dasar agar jaring memiliki presisi tepat, bola klasik yang dapat meluas 2,7 meter persegi.
How Did the Spider Cross the River? Behavioral Adaptations for River-Bridging Webs in Caerostris darwini (Araneae: Araneidae)

Matjaž Gregorič1, Ingi Agnarsson2,4, Todd A. Blackledge3, Matjaž Kuntner1,4,5
  1. Scientific Research Centre, Institute of Biology, Slovenian Academy of Sciences and Arts, Ljubljana, Slovenia
  2. Department of Biology, University of Puerto Rico, San Juan, Puerto Rico, United States of America
  3. Integrated Bioscience Program, Department of Biology, University of Akron, Akron, Ohio, United States of America
  4. Department of Entomology, National Museum of Natural History, Smithsonian Institution, Washington, DC, United States of America
  5. College of Life Sciences, Hubei University, Wuhan, Hubei, China
PLoS ONE 6(10): e26847, October 26, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0026847
Laporan di Journal of Arachnology :

Matjaž Gregorič (Institute of Biology, Scientific Research Centre, Slovenian Academy of Sciences and Arts, Ljubljana, Slovenia. E-mail:matjaz.gregoric@gmail.com) et.al. Darwin's bark spider: giant prey in giant orb webs (Caerostris darwini, Araneae: Araneidae)? Journal of Arachnology 39(2):287-295, May 9, 2011, DOI:10.1636/CB10-95.1

Todd A. Blackledge (Department of Biology and Integrated Bioscience Program, University of Akron, Akron, Ohio 44325-3908, USA. E-mail:blackledge@uakron.edu). Prey capture in orb weaving spiders: are we using the best metric?. Journal of Arachnology 39(2):205-210, February 5, 2011, DOI:10.1636/Chi10-52.1
Matjaz Gregorič http://www.nephilidae.com/mk/index.htm
Ingi Agnarsson http://www.theridiidae.com/
Matjaž Gregorič http://ezlab.zrc-sazu.si/lab-memebers/matjaz-gregoric
Todd Blackledge http://www3.uakron.edu/biology/blackledge/index.htm

Gambar : Matjaž Gregorič et.al., PLoS ONE, 10.1371/journal.pone.0026847.g001
Video : SmithsonianScience's Channel http://www.youtube.com/user/SmithsonianScience




Artikel Lainnya: