Pages

Fajar Pertanian Membuat Rahang Homo sapiens Pendek

Jurnal KeSimpulan.com - 10.000 tahun yang lalu ketika manusia berpaling dari berburu untuk mengolah pertanian, para leluhur menempatkan spesies kita di jalan menuju peradaban.

Fajar pertanian menyebabkan pembagian kerja, munculnya desa dan inovasi teknologi. Tapi peradaban juga memberi kutukan. Pemendekan rahang membuat bagi kita menjadi lebih sering mengeluh kepada dokter gigi.

Meskipun semua manusia berasal dari satu spesies Homo sapiens, ada perbedaan bentuk tengkorak dan wajah di seluruh dunia.

Antropolog menyimpulkan variasi geografis terkait bentuk tengkorak karena pergeseran genetik secara kebetulan, bukan seleksi alam.

Tetapi beberapa fitur wajah kita, termasuk bentuk rahang lebih sempit, tampaknya mengikuti pola.

Munculnya pertanian menyebabkan diet makanan lebih lunak atau kurang banyak mengunyah sehingga memodifikasi mandibular baik melalui seleksi alam atau perubahan perkembangan ketika bayi. Tetapi bukti kerangka kuno terbatas.

Untuk menguji hipotesis, Noreen von Cramon-Taubadel, bioantropolog University of Kent di Inggris, mengukur bentuk rahang 295 manusia dari spesimen museum di Afrika, Asia, Australia, Eropa, dan Amerika.

Rahang masyarakat pertanian rata-rata lebih kecil dibanding masyarakat pemburu-pengumpul, meskipun semua memiliki jumlah gigi sama. Perbedaan bertahan bahkan setelah dibersihkan dari variabel kontrol yaitu iklim, geografi dan variasi genetik.

"Mulut kita sekarang terlalu pendek untuk jumlah gigi yang kita miliki," kata von Cramon-Taubadel, melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Penjelasan paling rasional adalah diet panen pertanian yang cenderung lebih lembut dan lebih mudah dikunyah dibanding diet tanaman liar dan daging pemburu-pengumpul.

Eksperimen pada hewan telah menunjukkan rahang bawah tumbuh lebih lambat ketika diberi diet lebih lembut. Jika berlaku pada manusia mungkin menjelaskan mengapa gigi hari ini semakin rapat, kata von Cramon-Taubadel.

"Studi menunjukkan pola diet mungkin juga mempengaruhi bentuk wajah," kata Timothy Weaver, bioantropolog University of California Davis.

Perbedaan ini menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi pada manusia. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan link, kata Weaver.
Global human mandibular variation reflects differences in agricultural and hunter-gatherer subsistence strategies

Noreen von Cramon-Taubadel1

  1. Department of Anthropology, School of Anthropology and Conservation, University of Kent, Canterbury CT2 7NR, United Kingdom
PNAS November 21, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1113050108
Timothy Weaver http://www.anthro.ucdavis.edu/people/timothy-d.-weaver-1
Noreen von Cramon-Taubadel http://www.kent.ac.uk/sac/staff-profiles/profiles/biological-anthropology/academic-staff/von_cramon_taubadel_Noreen.html

Artikel Lainnya: