Pages

Bukti Tertua Gegar Otak Korban Agresi Situs Maba China

Jurnal KeSimpulan.com - Korban serangan fisik tertua yang dilakukan oleh Manusia. Penelitian baru menambah bukti manusia telah bergolak sejak awal waktu.

126.000 tahun lalu mungkin kasus paling awal agresi antarpribadi yang mengakibatkan seorang pria gegar tengkorak. Untungnya, pihak yang terluka dan keluarga membantunya bertahan hidup dengan merawat agar sembuh.

Bahkan pada hari ini trauma pada kepala dapat menghancurkan tengkorak. Tapi mengejutkan, 126.000 tahun lalu jenis cedera tidak selalu berarti kematian.

Para peneliti memeriksa tengkorak dari Maba, China. Adanya lesi yang tampaknya sembuh seminggu atau setahun sebelum individu meninggal.

"Kelangsungan hidup jangka panjang dari cedera serius," kata Erik Trinkaus, antropolog Washington University di St. Louis.

Temuan menopang hipotesis manusia Pleistosen 12.000 tahun lalu, memiliki upaya medis untuk membantu individu yang sakit, lanjut usia, terluka dan kelainan degeneratif.

Jika dibiarkan saja, orang ini mungkin meningal di awal kehidupan, tak lama setelah sakit atau akibat langsung dari luka-luka tersebut. Situs Neanderthal yang digali di Spanyol hidup selama bertahun-tahun dengan immobilisasi cacat 50.000 tahun lalu.

"Bagi saya, ini menunjukkan kepedulian sosial berjalan dengan baik di era Pleistosen. Dampak langsung mirip amnesia atau gegar otak. Orang ini didukung atau diurus dalam beberapa cara."

Pukulan di kepala meninggalkan depresi permanen pada tengkorak penghuni gua. Kemungkinan ditimbulkan oleh benda kecil sangat keras seperti batu atau ujung tombak.

"Mamalia yang sosial banyak berkelahi. Senjata meningkat seiring evolusi manusia maka risiko cedera meningkat."
Antemortem trauma and survival in the late Middle Pleistocene human cranium from Maba, South China

Xiu-Jie Wu1, Lynne A. Schepartz1,2, Wu Liu1, dan Erik Trinkaus3
  1. Key Laboratory of Evolutionary Systematics of Vertebrates, Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology, Chinese Academy of Sciences, Beijing 100044, China
  2. School of Anatomical Sciences, University of the Witwatersrand Medical School, Johannesburg 2193, South Africa
  3. Department of Anthropology, Washington University, St. Louis, MO 63130
PNAS November 21, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1117113108
Erik Trinkaus http://anthropology.artsci.wustl.edu/trinkaus_erik

Gambar : University of the Witwatersrand

Artikel Lainnya: