Pages

Varian Gen BDNF Percepat Pilot Pensiun dari Kokpit

Jurnal KeSimpulan.com - Pilot yang gagah berani tidak boleh berpikit terlalu lama, kini sebuah varian genetik pengkode protein otak bisa membuat pilot lebih cepat gantung kokpit.

Kinerja pilot pada tes simulator penerbangan umumnya menurun sedikit seiring usia. Namun studi baru menunjukkan pilot dengan versi gen tertentu disebut BDNF lebih cepat drop dibanding pilot lain.

Ahmad Salehi, neurobiolog Department of Veterans Affairs Palo Alto Health Care System dan Stanford University, bersama rekannya melapor ke Translational Psychiatry.

Selama 2 tahun nilai simulator penerbangan pada semua pilot sedikit menurun seiring usia. Tapi sejumlah pilot yang membawa varian BDNF turun 3 kali lebih cepat dibanding pilot yang memiliki versi gen normal.

"Ini tidak menonaktifkan mereka sama sekali dari kokpit," kata Salehi.

Tapi penurunan skor mencerminkan penurunan lebih cepat untuk faktor-faktor seperti waktu reaksi, keterampilan navigasi, posisi pesawat dan kinerja situasi darurat.

Untuk beberapa pilot, para peneliti mengukur ukuran hippocampus. Setelah usia 65 tahun, pria yang memiliki gen versi serupa juga kehilangan volume hipokampus lebih banyak dibanding pria dengan versi normal gen.

Ukuran hippocampus tidak berkorelasi dengan skor tes simulator penerbangan, mungkin karena pesawat terbang membutuhkan lebih banyak kerja otak lain daripada sekedar hippocampus. Jadi bukan hanya pilot yang perlu khawatir dengan otak penuaan.

"Siapa saja yang bekerja dengan mesin-mesin kompleks dalam situasi yang sama," kata Salehi.

Secara persis berapa banyak dampak penuaan pada otak disebabkan oleh perbedaan genetik BDNF tidak jelas, kata William Mobley, neurolog University of California, San Diego.

"Ini satu dari seribu faktor yang memainkan peran," kata Mobley.

Namun studi baru menyoroti pentingnya BDNF dan menyarankan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana melawan efek negatif untuk versi terkait dengan penurunan cepat kognitif.
BDNF polymorphism predicts the rate of decline in skilled task performance and hippocampal volume in healthy individuals

M Millan Sanchez1,2, D Das1,3, J L Taylor1,2, A Noda1,2, J A Yesavage1,2 dan A Salehi1,2
  1. VA Palo Alto Health Care System, Palo Alto, CA, USA
  2. Department of Psychiatry and Behavioral Sciences, Stanford University School of Medicine, Stanford, CA, USA
Translational Psychiatry, 25 October 2011

Akses : DOI:10.1038/tp.2011.47
Ahmad Salehi http://med.stanford.edu/
William Mobley http://neurograd.ucsd.edu/faculty/detail.php?id=379

Artikel Lainnya: