Pages

Sekuens Genom Cacing Tabung Parasit Ascaris suum

Jurnal KeSimpulan.com - Cacing parasit memiliki kemampuan memanipulasi respon imun host terhadap parasit sehingga sekusens genom cacing harus dilakukan.

Cacing mungkin tidak banyak menerima perhatian seperti malaria atau TB, tetapi cacing tabung telah menginfeksi lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia.

Dalam teori, setiap organisme yang sukses menjadi parasit harus kebal terhadap sistem imun host dan mungkin resisten obat.

Sekarang Aaron Jex, parasitolog pencernakan University of Melbourne telah sequencing genom cacing tabung Ascaris suum.

Laporan tim internasional ke Nature ini diharapkan sebagai roadmap fektor genetik cacing raksasa untuk pengembangan terapi pengobatan pada hewan dan manusia.

"Meskipun merupakan parasit penting pada ternak itu sendiri, model ini sangat baik untuk parasit Ascaris lumbricoides pada manusia," kata Jex.

"Kedua model parasit tidak hanya penting bagi industri peternakan, tetapi juga sangat penting untuk kesehatan manusia."

Sementara Ascaris suum menyebabkan kerugian besar industri babi, Ascaris lumbricoides menyebabkan ascariasis yang membunuh 135.000 orang setiap tahun di Asia Tenggara, China, Amerika Selatan dan Afrika.

Cacing tertelan dari makanan atau air dan menetas dalam usus host menyebabkan malnutrisi yang pada gilirannya membuat masalah fisik dan kognitif terutama pada anak-anak.

Tim mengurutkan genom A. suum dari larva dan dewasa, kemudian membandingkan sekuens genom 273 juta base tersebut dengan sekuens cacing parasit tabung lain dan cacing non-parasit termasuk C. elegans.

"Genom mengungkapkan banyak dasar biologi parasit sehingga kita memahami bagaimana gen yang terlibat dalam proses reproduksi."

"Selain itu, kami juga belajar bahwa Ascaris tampaknya memiliki kemampuan memanipulasi respon sistem kekebalan tubuh host terhadap parasit."

"Meskipun mengembangkan vaksin melawan jenis parasit sangat sulit dilakukan. Namun jika Anda memahami interaksi parasit dan host di level kekebalan tubuh, semakin besar kemungkinan Anda bisa mengembangkan vaksin."

"Belum ada kemajuan besar dalam pengembangan obat untuk beberapa waktu. Jika parasit menjadi resisten terhadap obat, kami tidak memiliki alternatif."

"Dengan sekuensing genom, kita berharap dapat mengembangkan obat baru. Jika dan ketika parasit ini menjadi resisten terhadap obat kita harus memiliki cadangan. Tanpa itu, kita tidak memiliki mekanisme untuk mengontrol parasit."
Ascaris suum draft genome

Aaron R. Jex1 et.al.
  1. Faculty of Veterinary Science, The University of Melbourne, Parkville, Victoria 3010, Australia
Nature, 26 October 2011

Akses : DOI:10.1038/nature10553
Aaron Jex http://research.vet.unimelb.edu.au/staff.php?staffID=1418

Artikel Lainnya: