Pages

Sekuens Genom Bakteri Yersinia pestis Tragedi Black Death

Jurnal KeSimpulan.com - Para peneliti merampungkan sekuens genetik bakteri Yersinia pestis penyebab tragedi Black Death yang membunuh sekitar 50 juta orang di Eropa.

Black Death adalah salah satu patogen paling mematikan dalam sejarah manusia yang menyapu sepertiga (sekitar 50 juta orang) penduduk Eropa hanya dalam 3 tahun antara 1348 hingga 1350.

Pemetaan genetik menandai pertama kali patogen kuno mampu direkonstruksi secara keseluruhan yang memungkinkan ilmuwan melacak perubahan evolusi virulensi dari waktu ke waktu.

"Situasi badai yang sempurna," kata Hendrik Poinar, bioantropolog dari McMaster University di Hamilton, Ontario.

"Selama bertahun-tahun begitu banyak orang terfokus pada patogen. Salah satu berbicara tentang patogen, tapi ada hal lain untuk berbicara tentang penyakit ini," kata Poinar.

Tim menemukan beberapa perubahan antara versi kuno dan modern bakteri Yersinia pestis yang menyebabkan wabah Pes pada hari ini dan relatif dekat dengan bakteri berbahaya berbasis tanah. Ketika dipasangkan obat modern, tidak semua bakteri Black Death berbahaya.

"Berdasarkan apa yang kita tahu dari sekuens, apakah antibiotik modern akan bekerja? Ya," kata Poinar melapor ke Nature.

Black Death menjadi pembunuh efisien karena kombinasi berbagai isu. Sejarahwan mencatat wabah Black Death menimbulkan rangkaian pergolakan agama, sosial dan ekonomi yang menggores dan membentuk sejarah Eropa modern.

Temuan baru mendukung penelitian yang dilakukan tim sebelumnya terhadap Yersinia pestis sebagai bakteri yang bertanggung jawab atas kematian sekitar 2.000 orang setiap tahunnya oleh penyakit Pes.

DNA diekstrak dari 109 kerangka korban Black Death yang terkubur di bawah Royal Mint di London, Inggris, tepat di luar dinding Tower of London. Tim mengambil sampel tulang dan gigi untuk mendapat DNA sekecil apapun yang bisa ditemukan.

Magnet digunakan untuk memancing materi virus, bakteri dan gen manusia. Bit DNA ditangkap untuk merekonstruksi string genetik seluruh Black Death yang membentang lebih dari 4,6 juta unit.

Poinar mengatakan bagian unik dari teknologi ini adalah memancing DNA sehingga dapat digunakan untuk merekonstruksi patogen kuno lainnya yang berubah menjadi pembunuh.

"Teknologi ini memungkinkan kita melintasi waktu dan menangkap patogen masa lalu yang benar-benar mewujudkan mimpi kita," kata Poinar.

Tim Poinar mampu mengkonfirmasi setiap versi modern keturunan wabah Black Death asli yang berarti patogen hampir tidak berkembang dalam 660 tahun terakhir.

"Tapi betapapun kecil perubahan-perubahan, mungkin atau tidak mungkin mencatat peningkatan virulensi bug yang melanda Eropa. Langkah berikutnya adalah untuk menentukan mengapa ini sangat mematikan," kata Poinar.
A draft genome of Yersinia pestis from victims of the Black Death

Kirsten I. Bos1 et.al.
  1. McMaster Ancient DNA Centre, Department of Anthropology, McMaster University, 1280 Main Street West, Hamilton, Ontario L8S 4L8, Canada
Nature, 12 October 2011

Akses : DOI:10.1038/nature10549
Hendrik Poinar http://iidr.mcmaster.ca/investigators/hendrik-poinar.html

Gambar :
1. Museum of London Archaeology http://www.museumoflondonarchaeology.org.uk
2. En Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death

Video :
NatureVideoChannel http://www.youtube.com/user/NatureVideoChannel


Artikel Lainnya: