Pages

Respon Seleksi Demografi Menegaskan Evolusi Tiada Henti

Jurnal KeSimpulan.com - Bukti terbaik sejauh ini manusia masih terus berkembang. Sebuah tim peneliti dari University of Quebec menemukan evolusi usia persalinan.

Evolusi memiliki kemampuan luar biasa di film waralaba "X-Men". Dalam kehidupan nyata, manusia tidak mengembangkan mutasi genetik sayap tetapi para ilmuwan mengatakan evolusi manusia masih terjadi.

Emmanuel Milot, genetikawan dari University of Quebec, dan rekannya menggeledah database rinci antara tahun 1799 hingga 1940 dari catatan gereja warga Ile aux Coudres, sebuah pulau kecil di timur laut Kota Quebec.

Milot menemukan dalam rentang waktu 140 tahun, rata-rata usia perempuan melahirkan anak pertama turun dari 26 tahun menjadi 22 tahun.

Melihat perbedaan budaya, sosial dan ekonomi pada wanita, tim juga dapat menentukan 30-50 persen variasi usia dijelaskan hanya oleh variasi genetik.

"Laporan ini pertama menunjukkan respon genetik untuk seleksi demografis yang sangat penting dalam populasi manusia," kata Stephen C. Stearns, bioevolusionaris dari Yale University.

Perubahan evolusioner mungkin karena angka kematian turun. Kebersihan lebih baik, vaksin dan obat-obatan memungkinkan bayi lebih bertahan hidup, kata Stearns yang meneliti serupa dengan data tahun 1948 pada penduduk Framingham di Massachusetts.

Pulau Ile aux Coudres dihuni oleh 30 keluarga antara tahun 1720 hingga 1773. Respon genetik yang terjadi dikondisi lebih banyak waktu bagi perempuan melahirkan anak-anak untuk tumbuhnya penduduk pulau tersebut.

Sayangnya para peneliti tidak melihat bagian gen-gen tertentu mungkin berubah dari waktu ke waktu di mana perempuan mengalami masa puber dan diwarisi ciri kepribadian yang mendorong ingin memulai keluarga sebelumnya.

Ini bukan penelitian pertama yang menunjukkan evolusi manusia masih terjadi. Penelitian lain melihat evolusi di Tibet yang beradaptasi dengan lapisan oksigen rendah dataran tinggi. Perubahan hanya terjadi selama beberapa ratus generasi.

Penelitian lain menemukan manusia dewasa di Afrika dan Eropa Utara mengembangkan kemampuan toleriransi laktosa terjadi pada 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu. Para ilmuwan mengatakan evolusi terkait respon budaya susu produk revolusi pertanian.
Evidence for evolution in response to natural selection in a contemporary human population

Emmanuel Milot1 et.al.
  1. Département des Sciences Biologiques, Université du Québec à Montréal, Montréal, QC, Canada H3C 3P8
PNAS October 3, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1104210108
Emmanuel Milot http://www.uqam.ca/
Stephen C. Stearns http://www.yale.edu/eeb/stearns/

Gambar : Fotografer Lennart Nilsson

Artikel Lainnya: