Pages

Mikroba Tabah Deinococcus radiodurans dan Natrialba magadii

Jurnal KeSimpulan.com - Astrobiolog telah mempelajari banyak makhluk seperti bakteri, jamur, virus bertahan dalam kondisi vakum dan bahkan biomolekul seperti DNA.

Namun banyak ilmuwan melupakan masyarakat archae. Bakteri ini seperti bug yang sering ditemui hidup dan berkembang dalam kondisi ekstrim di Bumi.

Ximena Abrevaya di Universidad de Buenos Aires di Argentina dan rekannya mencoba mengenalkan extremophile lebih banyak. Tim menciptakan kehampaan mirip kondisi di permukaan Bulan Jupiter, Eropa.

Kemudian 3 organisme ditempatkan di dalamnya yaitu mikroba garam Haloarchaea Natrialba Magadii dan Haloferax Volcanii serta bakteri tahan radiasi Deinococcus Radiodurans.

Lalu ketiganya dibombardir berbagai level radiasi ultraviolet yang mungkin terjadi di permukaan Europa dan menunggu apa yang terjadi.

Tak satu pun Haloferax volcanii selamat. Tapi sebagian besar Natrialba magadii dan Deinococcus radiodurans bertahan.

Deinococcus radiodurans dikenal sangat tabah di planet Bumi. Berbagai eksperimen menunjukkan dapat bertahan hidup dalam level radiasi, vakum, dingin keasaman, dan dehidrasi yang sudah membunuh hampir semua makhluk lain.

Deinococcus radiodurans adalah kandidat pertama penyemaian kehidupan di Tata Surya. Tapi sekarang ada kandidat baru yaitu Natrialba magadii, organisme yang diisolasi dari perairan garam Danau Magadi Kenya pada tahun 1984.

Bagaimanapun eksperimen Abrevaya berlangsung selama 3 jam. Sekejap mata dibanding tour antar planet. Bumi ejecta menempuh puluhan ribu tahun. Namun perjalanan pesawat ruang angkasa hanya beberapa tahun.

Setiap pesawat ruang angkasa yang datang dan pergi harus steril. Tapi mungkin saja koloni kecil Deinococcus radiodurans dan Natrialba magadii menyelinap dan melayang ke ruang angkasa.
Comparative Survival Analysis of Deinococcus Radiodurans and the Haloarchaea Natrialba Magadii and Haloferax Volcanii, Exposed to Vacuum Ultraviolet Irradiation

Ximena C. Abrevaya, Ivan G. Paulino-Lima, Douglas Galante, Fabio Rodrigues, Pablo J.D. Mauas, Eduardo Corton, Claudia de Alencar Santos Lage

arXiv:1109.6590 (Submitted on 29 Sep 2011)

Akses : arXiv:1109.6590

Artikel Lainnya: