Pages

Komplesitas Komputansi Melihat Geografi Etnik Picu Kekerasan

Jurnal KeSimpulan.com - Model komputasi meramal kekerasan sosial. Sebuah model sistem komputansi kompleks melihat ketegangan geografi etnik pemicu kekerasan di Swiss.

Data sensus diproses dengan matematika berdasarkan hipotesis bahwa kekerasan di level komunitas dipengaruhi fungsi geografi atas modulasi tumpang tindih batas-batas politik, topografi dan etnis.

Meskipun tes model yang dikembangkan New England Complex Systems Institute (NECSI) berdasarkan teori jaringan ini masih tahap awal, Swiss adalah negara ketiga yang dianalisis dimana kekerasan sosial dapat diukur secara resmi dan diprediksi.

"Ketika orang berpikir tentang perdamaian dan konflik, mereka bertanya: Bagaimana sejarah masing-masing kelompok? Struktur sosial, ekonomi, dan pemerintahan?" kata Yaneer Bar-Yam, presiden NECSI.

"Ini adalah model yang mengambil ukuran geografis kelompok dan kekerasan."

Ketika ada ketidaksesuaian maka kecenderungan penganiayaan mudah berkembang. Kelompok mayoritas berkuasa menentukan aturan lokal, tetapi minoritas semakin besar menjadi target konflik.

Tes sebelumnya dilakukan tim pada tahun 2007, probabilitas yang menghitung lokal kekerasan berkorelasi dengan lokasi dunia nyata kekerasan di Yugoslavia dan India. Agustus lalu tim Bar-Yam menemukan harga makanan berkorelasi dengan berbagai kerusuhan yang berakhir tumbangnya regim Tunisia dan berbagai negara Arab lain.

Situs NECSI di http://www.necsi.edu/

Swiss adalah negara paling stabil dan makmur di dunia, namun mengandung campuran budaya dengan bahan bakar bahasa berbeda yaitu Prancis, Italia dan Jerman, serta bahan bakar agama yaitu Katolik dan Protestan.

"Swiss bisa saja Irlandia Utara, kecuali di canton," kata Bar-Yam.

Seperti yang diprediksi suatu daerah di mana kekerasan meletus pada 1970-an. Bar-Yam berharap model dapat diuji di wilayah lain dan bahkan dapat digunakan sebagai informasi diplomasi dan reformasi politik.

"Kekerasan tidak hanya datang dari orang-orang jahat. Kecenderungan kekerasan dimana saja sama, di Swiss atau di Yugoslavia."
Good Fences: The Importance of Setting Boundaries for Peaceful Coexistence

Alex Rutherford, Dion Harmon, Justin Werfel, Shlomiya Bar-Yam, Alexander Gard-Murray, Andreas Gros, Yaneer Bar-Yam

arXiv:1110.1409 (Submitted on 6 Oct 2011)

Akses : arXiv:1110.1409
Yaneer Bar-Yam http://www.necsi.edu/faculty/bar-yam.html

NECSI http://www.necsi.edu/

Gambar : Alex Rutherford et.al., http://www.necsi.edu/ dalam arXiv

Artikel Lainnya: