Pages

Evolusi Alat Makan Penyerbuk Respon Vikositas Nektar

Jurnal KeSimpulan.com - Kisah evolusi di balik mekanisme burung dan lebah apakah menghisap dengan selang ataukah menyendok dengan lidah tergantung vikositas gula.

Tidak disangka, tidak dinyana-nyana dan baru sadar ternyata jawaban sederhana menerangi misteri. Anda tentu paham menggunakan sedotan ketika minum air dan menyendok ketika harus makan bubur. Diameter sedotan juga bervariasi jika diterapkan untuk keketalan yang berbeda.

Bagi hewan pemakan nektar seperti kelelawar, burung dan lebah, hanya ada satu cara untuk makan yaitu terlahir dengan belalai yang menghisap manis atau lidah untuk menyendok gula.

Apapun alat hewan dilahirkan untuk menjangkau nektar akhirnya menentukan apa jenis nektar yang mereka santap yaitu lebih manis (karenanya lebih kental) atau sedikit gula (karenanya lebih encer).

John Bush, matematikawan Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan rekannya menunjukkan alat makan merupakan indikasi proses co-evolusi antara bunga dan hewan penyerbuk.

"Apakah bunga menginginkan tipe tertentu bug atau burung untuk menyerbuki? Apakah mereka menawarkan nektar kepada penyerbuk yang mereka sukai?" tanya Bush.

"Ini pertanyaan menarik apakah ada korelasi antara morfologi tanaman dan morfologi serangga."

Di alam maka efisiensi adalah kunci hidup. Dari persepektif hewan, menyerbuk lebih efisien jika lebih mudah mengakses nektar, sedikit biaya energi dalam bersaing dan semakin sedikit kesempatan ditembak mati pemangsa.

Dari perspektif tanaman, harus memproduksi nektar yang menarik spesies penyerbuk di atas yang lain, artinya perbedaan antar gen-gen yang diwariskan dan gen yang tidak berguna menjadi mati.

Laporan ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), tim Bush menunjukkan efisiensi makan hewan pada kenyataannya tergantung pada seberapa manis nektar bunga dan apakah hewan mengakses nektar dengan mengisap ataukah dengan mencelupkan lidah.

Lebah mengunakan lidah karena efisien mengkonsumsi nektar manis yang kental. Sebaliknya, burung dan kupu-kupu menggunakan anatomi tabung karena efesien menyedot nektar kurang manis yang encer.

Para peneliti mengklaim temuan memberi penjelasan pertama mengapa penghisap biasanya menyerbuk bunga dengan konsentrasi gula nektar rendah dibanding anatomi penyerbuk dengan lidah.

Bush berencana memperluas penelitian pada spesies lain termasuk kadal padang pasir yang menyerap kelembaban melalui kulit.

"Orang-orang sekarang tertarik tentang volume cairan untuk aplikasi mikofluida. Sudah jelas alam telah memecahkan masalah ini. Hewan telah belajar selama jutaan tahun dalam navigasi, transportasi dan manipulasi air. Kita belajar mekanisme ini."
Optimal concentrations in nectar feeding
Wonjung Kim1, Tristan Gilet2, dan John W. M. Bush2
  1. Department of Mechanical Engineering, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA 02139
  2. Department of Mathematics, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA 02139
PNAS October 4, 2011 vol. 108 no. 40 16618-16621

Akses : DOI:10.1073/pnas.1108642108
John W. M. Bush http://math.mit.edu/~bush/

Gambar : J. D. Thomson dalam Cornell Lab of Ornithology

Artikel Lainnya: