Pages

Terlalu Banyak Alkohol Tumpulkan Sistem Kekebalan Tubuh

Jurnal KeSimpulan.com - Terlalu banyak minuman keras menumpulkan sistem kekebalan tubuh. Alkoholik kronis tidak hanya tumpul akal tetapi juga tumpul sistem imun.

Alkohol melemahkan sistem kekebalan tubuh yang membuat jauh lebih rentan terhadap virus termasuk HIV. Gyongyi Szabo, gastroenterolog dari University of Massachusetts Medical School di Worcester, dan rekannya melihat lebih jauh.

Monocyte (sel darah putih yang terlibat dalam pertahanan garis depan melawan infeksi) dipapar virus dan bakteri. Setengah dari sel juga basah kuyup alkohol.

Monosit terkena bakteri mengalami pukulan ganda ketika mabuk. Ini terkait dengan sinyal molekul untuk respon virus disebut type-1 interferon. Juga overproduksi materi kimia inflamasi disebut tumour necrosis factor-alpha. Respon inflamasi terhadap bakteri terus-menerus dapat merusak jaringan.

"Interferon adalah penting, respon pertama untuk setiap infeksi virus. Tidak ada penghapusan virus tanpa itu." kata Szabo.

Szabo mengatakan temuan sesuai bukti-bukti catatan medis para peminum berat kronis dengan HIV meninggal lebih cepat dibandingkan non-peminum. Sistem kekebalan tubuh peminum berat mungkin juga kurang waspada terhadap kanker.

Szabo berharap agenda penelitian mendatang dapat melihat apakah alkohol juga membuat vaksinasi flu kurang efektif.

Mark Hutchinson, farmakolog dari University of Adelaide di Australia Selatan mengatakan perhitungan data post-mortem menunjukkan peminum kronis memiliki materi kimia kekebalan tubuh dalam darah di bawah normal.

"Kami sedang berhadapan dengan sel kekebalan otak yang muncul menanggapi alkohol berbeda dari sel-sel kekebalan darah. Ini pasti sebuah cerita rumit yang terlihat hanya di permukaan," kata Hutchinson.
Inhibiting the TLR4-MyD88 signalling cascade by genetic or pharmacologic strategies reduces acute alcohol dose-induced sedation and motor impairment in mice

Yue Wu1 et.al.
  1. Discipline of Pharmacology, School of Medical Sciences, University of Adelaide, South Australia, Australia
British Journal of Pharmacology, 28 SEP 2011

Akses : DOI:10.1111/j.1476-5381.2011.01572.x
Gyongyi Szabo http://www.umassmed.edu/gastro/faculty/szabo.cfm
Mark Hutchinson http://www.adelaide.edu.au/directory/mark.hutchinson


Artikel Lainnya: