Pages

Takdir Ditulis Dengan Tinta Oksitosin Dicetak Dalam Kitab Gen

Jurnal KeSimpulan.com - Anda merasa putus asa? Harga diri rendah? Tidak bahagia? Nasib buruk? Sawan Takdir? Masa depan suram? Salahkan pada gen Anda sendiri!!!

Para peneliti fokus pada materi genetik terkait optimisme, self-esteem, dan mastery (keyakinan bahwa Anda memiliki kendali atas kehidupan Anda sendiri) berakar pada hormon oxytocin, juga dikenal sebagai hormon cinta atau pelukan.

Oksitosin diketahui banyak dalam perilaku menyusui perempuan dan dilepaskan pria dan wanita selama orgasme seksual.

Sebuah potongan kecil materi genetik reseptor oksitosin mempengaruhi sifat-sifat kepribadian. Persis bagaimana gen mempengaruhi pelepasan oksitosin yang selama ini tidak sepenuhnya dipahami. Sebuah kombinasi dua varian "A" dan "G".

Selain kuesioner 326 responden, peneliti juga menganalisa materi genetis dalam air liur untuk melihat bagaimana varian gen berkorelasi dengan penilaian diri. Peserta juga diberi tes standar depresi.

Orang dengan variasi gen satu atau dua A kurang optimisme, mastery buruk, self-esteem rendah, dan lebih depresif dibanding orang dengan variasi dua G. Jika Anda memiliki dua G, Anda lebih cenderung melihat dunia lebih positif.

"Jika Anda memiliki nilai A, Anda membentur geladak," kata Shelley E Taylor, psikologi dari University of California di Los Angeles, memberi kredit laporan mahasiswa pascasarjana Shimon Saphire-Bernstein.

Kombinasi tersebut mempengaruhi bagaimana Anda melihat dunia dan peran Anda di dalamnya. Tapi Anda tidak ditakdirkan untuk menjadi bahagia atau sedih berdasarkan make-up genetik, kata Taylor, salah satu ikon psikologi mutahir.

"Gen memprediksi perilaku, tetapi tidak semua. Ada banyak ruang variasi lingkungan seperti bagaimana anda dibesarkan dan pengalaman masa lalu," kata Taylor.

Ini rumit, kata Philip D. Harvey, psikiater dari University of Miami Miller School of Medicine. Jarang sekali satu gen mempengaruhi segala sifat kepribadian seseorang.

"Dugaan saya ada interaksi beberapa gen yang terlibat. Ada gen yang mempengaruhi cara Anda memproses informasi emosional dan gen ini mempengaruhi cara Anda melihat dunia. Tapi tidak berarti Anda tidak dapat mengubah cara Anda melihat dunia," kata Harvey.

Paul J. Zak, neuroekonomik dan pendiri Center for Neuroeconomics Studies di Claremont Graduate University, California, pada awalnya menilai skeptis. Gen bukan takdir.

"Tapi laporan ini cukup meyakinkan. Beberapa orang mungkin memiliki akar genetik dan jika orangtua memperlakukan Anda dengan baik dan tidak mengalami trauma masa kecil, Anda dapat mengembangkan jaringan sosial yang lebih kaya," kata Zak.

"Mungkin tidak semua memiliki kecenderungan genetik untuk kebahagiaan dan kita tidak cukup memproduksi oksitosin. Tapi ada hal yang terlibat di dalam," kata Zak.

"Apa pun yang membantu Anda terhubung dengan orang lain akan membantu Anda meningkatkan kehidupan Anda. Bangunlah koneksi sosial sekarang," kata Zak.

Alan Manevitz, psikiater dari New York City Lenox Hill Hospital, sependapat.

"Hanya karena Anda memiliki gen tidak berarti Anda ditakdirkan menjadi bahagia atau sedih, tetapi Anda lebih rentan terhadap sifat-sifat tersebut. Ini terkait mekanisme koping," kata Manevitz.
Oxytocin receptor gene (OXTR) is related to psychological resources

Shimon Saphire-Bernstein1 et.al.
  1. Department of Psychology, University of California, Los Angeles, CA 90095
PNAS September 13, 2011 vol. 108 no. 37 15118-15122

Akses : DOI:10.1073/pnas.1113137108
Shelley E Taylor http://taylorlab.psych.ucla.edu/
Paul J. Zak http://www.cgu.edu/pages/473.asp
Alan Manevitz http://amanevitzmd.com/content.cfm?id=288l
Philip D. Harvey http://psychiatry.med.miami.edu/About-Department/Faculty135/Philip-Harvey.aspx

Artikel Lainnya: