Pages

Sinar Kosmik Neutrino Berjalan Di Atas Kecepatan Cahaya

Jurnal KeSimpulan.com - Berkas neutrino lebih cepat dari cahaya. Perwakilan kolaborasi eksperimen OPERA berbicara di seminar CERN bahwa neutrino lebih cepat dari cahaya.

Neutrino adalah partikel siluman. Diletus dari akselerator pengirim di CERN Swiss menempuh waktu 60 nanodetik lebih dini pada sebuah detektor penerima di INFN gua Gran Sasso Laboratory di Italia berjarak 730 km.

Laporan OPERA didasarkan pada pengamatan lebih dari 15.000 momen neutrino yang diukur di Gran Sasso dan muncul pada kecepatan 20 bagian per juta di atas kecepatan cahaya, batas kecepatan kosmik alam.

"Ini eksperimen di mana setan berada di setiap bagian peralatan dan bagaimana semuanya berjalan bersama-sama," kata Rob Plunkett, fisikawan dari Fermilab di Batavia, Illinois.

Mengingat temuan memiliki implikasi besar maka pengukuran independen diperlukan sebagai verifikasi sebelum disangkal atau mapan. Kolaborasi OPERA memutuskan membuka temuan bagi pengawasan yang lebih luas.

"Hasil ini datang sebagai kejutan lengkap," kata Antonio Ereditato, jurubicara OPERA dari University of Bern.

"Setelah berbulan-bulan studi dan cross checks kami belum menemukan efek instrumental yang bisa menjelaskan hasil pengukuran. Sementara para peneliti OPERA akan melanjutkan studi, kita juga melihat ke depan bagi pengukuran independen untuk sepenuhnya," kata Ereditato.

"Jika pengukuran ini dikonfirmasi, mungkin mengubah pandangan kita tentang fisika, tetapi kita harus yakin bahwa tidak ada lain, penjelasan ini memerlukan pengukuran independen," kata Sergio Bertolucci, direktur penelitian CERN.

Kolaborasi OPERA bekerja sama dengan metrolog dari CERN dan lembaga lain untuk melakukan serangkaian pengukuran presisi tinggi dari jarak antara sumber dan detektor, dan waktu perjalanan neutrino.

"Kami menetapkan sinkronisasi antara CERN dan Gran Sasso yang memberi kita akurasi nanodetik dan kami sudah mengukur jarak antara dua lokasi 20 sentimeter dalam 730 km perjalanan," kata Dario Autiero, peneliti dari CNRS.

Waktu perjalanan neutrino ditentukan dengan akurasi kurang dari 10 nanodetik dengan menggunakan instrumen termasuk sistem GPS. Kedua lab menggunakan jam cesium yang dapat mengukur waktu dengan tingkat akurasi 1 detik dalam 30 juta tahun.

"Implikasi terhadap sains terlalu besar untuk menarik kesimpulan langsung atau interpretasi. Neutrino masih mengejutkan kita dengan misterinya. Seminar hari ini dimaksudkan untuk mengundang pengawasan dari masyarakat luas terhadap partikel fisika," kata Ereditato.

Eksperimen OPERA diluncurkan tahun 2006 dengan tujuan utama mempelajari osilasi dari neutrino muon ke neutrino tau.

"Saya mengucapkan selamat atas keindahan ini. Eksperimen dilakukan sangat hati-hati dan kesalahan sistematis diperiksa," kata Samuel Ting, nobelis fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge.

Namun sebelum diverifikasi masih ada ruang untuk ketidakpastian dalam waktu keberangkatan dan penerimaan neutrino.

"Tentu saja kita perlu pendekatan skeptis. Saya percaya setiap orang akan menarik bersama-sama untuk mencari tahu ini," kata Plunkett.
Measurement of the neutrino velocity with the OPERA detector in the CNGS beam

The OPERA Collaboraton

arXiv:1109.4897 (Submitted on 22 Sep 2011)

Akses : arXiv:1109.4897
OPERA experiment http://operaweb.lngs.infn.it/
CERN http://www.cern.ch

Rob Plunkett http://www.fnal.gov/
Antonio Ereditato http://www.lhep.unibe.ch/pages/people.php?id=4&lang=en
Sergio Bertolucci http://www.cern.ch
Dario Autiero http://operaweb.lngs.infn.it/
Samuel Ting http://web.mit.edu/physics/people/faculty/ting_samuel.html

Gambar : OPERA experiment
Video : portalhispano1's Channel http://www.youtube.com/user/portalhispano1




Artikel Lainnya: