Pages

Penguin Spheniscus Humboldti Mengendus Aroma Tubuh

Jurnal KeSimpulan.com - "Papa berpelukan dengan perempuan lain ya!" Demikian amarah para mama ketika mengendus bau lain di kemeja papa yang pulang larut malam.

Burung mengendus aroma pasangan dalam koloni yang ramai. Kopling penciuman juga memungkinkan identifikasi aroma kerabat dekat untuk menghindari kawin sedarah, kata Jill Mateo, biolog komparatif dari University of Chicago.

Burung laut menggunakan indra penciuman untuk menemukan makanan atau tempat bersarang, tapi penelitian baru di PLoS ONE pertama kali menunjukkan penguin menggunakan odor untuk membedakan kerabat dekat dan orang asing.

"Hewan lain melakukannya, kita melakukannya, jadi mengapa burung tidak bisa? Rasa aroma membantu menemukan dan mungkin memilih pasangan," kata Mateo, memberi kredit mahasiswa pascasarjana Heather Coffin.

"Burung pelaut menempuh jarak jauh dengan aroma laut untuk menemukan makanan dan mengenali sarang, tetapi kita tidak tahu sejauhmana digunakan untuk mengenali kerabat," kata Mateo.

Peneliti melihat 22 penguin Humboldt (Spheniscus Humboldti) di Brookfield Zoo Chicago. Perilaku burung dicatat setelah memeriksa aroma yang dipancarkan oleh minyak dari kelenjar di dekat ekor yang menjaga tetap bersih.

Dalam eksperimen, penguin bersama aroma pasangan merasa nyaman dibanding aroma penguin asing. Di sisi lain, penguin tanpa pasangan menghabiskan dua kali lebih lama untuk menyelidiki aroma penguin asing dibanding kerabat dekat.

"Dalam segala macam hewan yang kita mempelajari termasuk bayi manusia, aroma baru diselidiki lebih lama sebagai tanda kehadiran orang asing," kata Mateo.

Penguin Humboldt di tebing Peru dan menghabiskan waktu lama mencari makan di laut, bau bertindak sebagai identifier ketika kembali ke koloni penuh sesak ribuan sarang di celah dan retakan.

Aroma digunakan banyak spesies untuk menarik pasangan atau menghindari kawin dengan kerabat.

"Sangat penting bagi burung dalam kelompok besar untuk mengetahui siapa kerabat dan siapa tetangga. Juga bagaimana bergaul dengan burung-burung di dekatnya," kata Jason Watters, zoobehavioris dari Chicago Zoological Society di Brookfield Zoo.

"Aroma dapat membantu manajemen kebun binatang dalam menjodohkan," kata Watters.

"Anda bisa membayangkan jika naturalis mencoba membawa kembali burung ke suatu habitat, pertama Anda bisa memperlakukan area dengan aroma burung-burung yang akrab. Mereka mungkin nyaman untuk tinggal," kata Watters.

Odor-Based Recognition of Familiar and Related Conspecifics: A First Test Conducted on Captive Humboldt Penguins (Spheniscus humboldti)

Heather R. Coffin1 et.al.
  1. Institute for Mind and Biology, The University of Chicago, Chicago, Illinois, United States of America
PLoS ONE 6(9): e25002, September 21, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0025002

Jill Mateo http://mateolab.uchicago.edu/
Jason Watters http://www.czs.org/


Artikel Lainnya: