Pages

Leluhur Indonesia Gado-Gado Sebagian Gen Denivosan

Jurnal KeSimpulan.com - Leluhur populasi Indonesia sebagian membawa genome Denivosan. Sampel rambut ungkap manusia awal menjelajah Asia dalam dua gelombang.

Jika pada awalnya Anda tidak berhasil, setidaknya orang lain akan mencoba lagi. Manusia mula-mula menjelajahi Asia dalam dua gelombang. Kedua migrasi meninggalkan jejak dalam gen pribumi Asia Tenggara, Polinesia dan Australia.

Pertama kali sekuen komplit genome Aborigin. Sebuah berkas rambut 90 tahun memberi genom lengkap pertama seorang pemuda Aborigin Australia yang tinggal di barat daya Australia.

Genom menunjuk manusia pertama keluar dari Afrika lebih dari 60.000 tahun lalu dan ribuan tahun sebelum nenek moyang orang Asia paling modern berjalan kaki ke timur dalam migrasi kedua dari Afrika.

Antropolog lama bererdebat apakah ada lebih dari satu migrasi dari Afrika ke Asia. Dua penelitian dilaporkan hari ini untuk menyelesaikan pertanyaan itu.

"Aborigin Australia adalah keturunan penjelajah manusia pertama. Orang ini memperluas ke wilayah tidak dikenal ke dunia yang tidak diketahui. Akhirnya mencapai Australia," kata Eske Willerslev, palaeogenetikawan dari University of Copenhagen di Kopenhagen Denmark, melapor ke Science.

Arkeologi menunjukkan manusia telah ada di Australia selama 50.000 tahun sehingga Aborigin Australia mungkin salah satu populasi tertua di dunia. Alat batu ditemukan di India dan tempat lain mengisyaratkan migrasi anatomis manusia modern dari Afrika melalui India dan Asia Tenggara.

Namun penelitian genetik kontemporer di Asia dan Oceanian tidak selalu menceritakan kisah yang sama. Willerslev sekuensing genom seorang pria Aborigin Australia untuk membandingkan genom 1.220 orang dari 79 populasi di seluruh dunia.

Genom paling mirip dengan populasi di dataran tinggi Papua New Guinea, menunjukkan kedua populasi telah terisolasi dari manusia lain selama 30.000 tahun dan Aborigin Australia adalah keturunan koloni pertama Australia.

Untuk mengetahui berapa banyak migrasi, Willerslev membandingkan genom Aborigin Australia dengan genom Han di China, Eropa dan Afrika. Aborigin Australia memisahkan diri dari tiga lainnya antara 75.000 hingga 62.000 tahun lalu.

Populasi China dan Eropa terbagi lama kemudian antara 38.000 hingga 25.000 tahun lalu. Itu menunjukkan ada dua migrasi ke Asia timur.

Luar biasa, Willerslev mampu mendapat begitu banyak informasi dari rambut manusia yang tersimpan selama puluhan tahun tanpa ada tindakan konservasi khusus, kata Chris Stringer, paleontolog dari Natural History Museum London.

Tetapi tidak jelas di mana migrasi pertama dimulai, kata Morten Rasmussen dari Natural History Museum of Denmark, yang juga terlibat dalam studi.

"Kita tidak bisa menyimpulkan asal-usul geografis dari data genetik. Genetika mengatakan kepada kita ketika populasi dibagi, tetapi tidak di mana," kata Rasmussen.

Salah satu kemungkinan migrasi Australia Aborigin meninggalkan Afrika sebelum populasi lain, tapi Stringer berpikir tidak mungkin.

"Jika nenek moyang Aborigin Australia meninggalkan Afrika 70.000 tahun lalu, di mana mereka selama 20.000 tahun sebelum sampai ke Australia dan New Guinea?" kata Stringer.

Ada penjelasan lain, kata Mark Stoneking, bioantropolog dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman. Hanya ada satu migrasi keluar dari Afrika yang sampai sejauh Timur Tengah melapor ke American Journal of Human Genetics.

Dua migrasi berturut-turut menuju ke timur. Pertama menguasai Australia dan pulau-pulau tetangga, sedangkan yang kedua menguasai daratan Asia.

Stoneking mengeledah genom 33 populasi dari daratan Asia, Indonesia, Filipina, Polinesia, Australia dan New Guinea untuk mencari sidik jari nenek moyang mereka kawin dengan Denisovans.

Denisovans diidentifikasi dari DNA tulang jari berdating 30.000-50.000 tahun yang ditemukan di gua Siberia. Sampai sekarang, Populasi Papua New Guinea adalah manusia modern yang nenek moyangnya diketahui kawin dengan Denisovans.

Seperti populasi lain di luar Afrika, Aborigin Australia juga berhutang potongan kecil genome Homo Neanderthalensis.

Stoneking menemukan lebih semakin jauh ke selatan dan ke timur Siberia semakin banyak DNA Denisovan dalam populasi terutama di Indonesia timur, Australia, Nugini, Fiji dan Polinesia.
Denisova Admixture and the First Modern Human Dispersals into Southeast Asia and Oceania

David Reich1 et.al.
  1. Department of Genetics, Harvard Medical School, Boston, MA 02115, USA
American Journal of Human Genetics, 22 September 2011

Akses : DOI:10.1016/j.ajhg.2011.09.005
Laporan Lain :

Morten Rasmussen (Centre for GeoGenetics, Natural History Museum of Denmark, and Department of Biology, University of Copenhagen, Ă˜ster Voldgade 5-7, 1350 Copenhagen, Denmark; Sino-Danish Genomics Center, BGI-Shenzhen, Shenzhen 518083, China, and University of Copenhagen, Denmark) et.al. An Aboriginal Australian Genome Reveals Separate Human Dispersals into Asia. Science, September 22 2011, DOI:10.1126/science.1211177
Eske Willerslev http://www1.bio.ku.dk/english/staff/profile/?id=26558
Chris Stringer http://www.nhm.ac.uk/research-curation/staff-directory/palaeontology/c-stringer/index.html
Morten Rasmussen http://www1.bio.ku.dk/english/staff/profile/?id=194577
Mark Stoneking http://wwwstaff.eva.mpg.de/~stonekg/

Gambar : Harvard Medical School

Artikel Lainnya: