Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Komputer Kuantum dan CPU Kuantum dengan RAM Kuantum

Jurnal KeSimpulan.com - Pertama kali komputer kuantum dengan CPU kuantum terpisah dari RAM kuantum. Superkonduktor arsitektur Von Neumann membuka era komputasi kuantum.

Tahun 1946, pertama kali komputer dinyalakan di University of Pennsylvania. Power prosesor besar ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer) membuat dunia tertegun. Dunia baru menunggu di depan.

Namun ENIAC memiliki kekurangan penting, hanya bisa diprogram oleh switch segudang dan memakan waktu berminggu-minggu.

Kemudian Alan Turing, John Von Neumann dan rekannya datang membawa solusi. Unit angka dan memori elektronik terpisah yang menyimpan instruksi dan data sehingga pemrograman ulang apapun dapat dilakukan relatif cepat, mudah dan elektronis.

Hari ini hampir semua komputer modern menggunakan desain Turing dan Von Neumann yang dijuluki dengan Von Neumann architecture.

Dunia tidak bisa diam dan para ilmuwan berpikir keras mewujudkan era masa depan disebut komputer kuantum. Sifat-sifat aneh dunia kuantum adalah sejumlah proses dilakukan secara paralel. Operasi kuantum jauh mengungguli proses konvensional.

Sayangnya, fisikawan hanya memiliki pemahaman samar dan sekilas atas dunia kuantum yang mencegah realisasi kemewahan rancangan Von Neumann dalam komputer kuantum.

Sekarang, John Martinis di UC Santa Barbara dan timnya mengungkap komputer kuantum pertama kali dengan unit pengolahan informasi dan memori akses terpisah secara acak.

Mesin mereka adalah perangkat superkonduktor yang menyimpan bit kuantum atau qubit sebagai counter-rotating arus dalam sebuah sirkuit (memungkinkan qubit menjadi 0 dan 1 pada saat bersamaan).

Qubit superkonduktor dimanipulasi menggunakan gerbang logika kuantum, ditransfer menggunakan bus kuantum dan disimpan dalam resonator microwave terpisah.

"Kami menyediakan optimisme bagi terwujudnya prosesor kuantum berskala besar didasarkan pada sirkuit superkonduktor," kata para peneliti.
Implementing the Quantum von Neumann Architecture with Superconducting Circuits

Matteo Mariantoni et.al.

arXiv:1109.3743 (Submitted on 17 Sep 2011)

Akses : arXiv:1109.3743
John M. Martinis http://web.physics.ucsb.edu/~martinisgroup/people.shtml

Gambar : Erik Lucero dalam http://web.physics.ucsb.edu/~martinisgroup/

Artikel Lainnya: