Pages

Kawin Silang Homo sapiens neanderthalensis Sangat Langka

Jurnal KeSimpulan.com - Kawin silang dengan Homo sapiens neanderthalensis namun laporan baru menyatakan kemungkinan tersebut sangat langka.

Manusia modern mungkin memiliki beberapa jejak gen Neanderthal, tetapi penelitian baru menunjukkan kemungkinan tersebut sangat langka. Analisis sampel DNA di Perancis dan China menunjukkan perkawinan campur antar dua spesies kurang dari 2 persen.

Laporan ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menggunakan simulator komputer yang menunjukkan keturunan hibrida mengalami kesulitan bertahan hidup.

"Hambatan aliran gen antara dua spesies karena fitness sangat rendah pada hibrida Homo neanderthal yang menghindari kawin interspesifik atau kombinasi," kata para peneliti.

Sekitar 2-4 persen genom kita (Homo sapiens sapiens) terkait manusia gua Neanderthal dan kerabat mereka yang telah punah. Neanderthal tinggal di Eropa, Asia Tengah dan Timur Tengah hingga 300.000 tahun lalu. Tetapi menghilang sekitar 40.000 tahun lalu. Terakhir diketahui sedang di Gibraltar.

Penyebab kepunahan tetap menjadi misteri bagi para antropolog karena mereka hidup di zaman berdampingan bersama kita.

Bulan lalu para peneliti Prancis melapor bahwa Homo sapiens sapiens mewarisi gen sistem kekebalan tubuh yang terkait dengan Neanderthal.

Tetapi para ilmuwan masih tidak memiliki bukti untuk menunjukkan kepunahan Neanderthal karena seiring perkawinan silang, kekerasan ataukah konsensual.

Penelitian lain juga menunjukkan Neanderthal kalah kompetisi dengan Homo sapiens sapiens dan pukulan kematian final spesies mereka dipercepat oleh cuaca musim dingin.
Strong reproductive isolation between humans and Neanderthals inferred from observed patterns of introgression

Mathias Currata1 dan Laurent Excoffier2,3
  1. Anthropology, Genetics, and Peopling History Laboratory, Anthropology Unit, Department of Genetics and Evolution, University of Geneva, 1227 Geneva, Switzerland
  2. Computational and Molecular Population Genetics Laboratory, Institute of Ecology and Evolution, University of Berne, 3012 Berne, Switzerland
  3. Swiss Institute of Bioinformatics, 1015 Lausanne, Switzerland
PNAS September 13, 2011 vol. 108 no. 37 15129-15134

Akses : DOI:10.1073/pnas.1107450108

Artikel Lainnya: