Pages

Invansi Kepiting Raksasa Merah Neolithodes yaldwyni ke Antartika

Jurnal KeSimpulan.com - Dampak pemanasa global tidak main-main. Kepiting raksasa merah Neolithodes yaldwyni bergerak di Antartika. Ancaman kerusakan ekosistem.

Kepiting besar lebih dari satu meter telah menginvasi lembah Antartika, mengusir keluar satwa liar setempat dan sekarang menjadi ancaman kerusakan ekosistem yang telah berevolusi lebih dari 14 juta tahun.

Para ilmuwan memprediksi perairan dalam Samudra Selatan menjadi hangat dan raja kepiting akan menyerbu Antartika dalam waktu 100 tahun.

Tapi video oleh kapal selam menunjukkan jutaan Neolithodes yaldwyni sudah menempati Palmer Deep yaitu basin lipatan di Semenanjung Antartika. Mereka membuang limbah ke lanskap, merusak sedimen dengan tusukan ujung kaki.

"Ini mengubah proses sedimen dimana bahan organik terkubur sehingga mempengaruhi keragaman komunitas hewan yang hidup di dalamnya," kata Craig Smith, ekolog kelautan dari University of Hawaii di Manoa.

Kepiting juga makan dengan rakus. Echinodermata Bulu Babi, Lili Laut, Teripang, Bintang Laut telah lenyap di area yang diduduki N. yaldwyni sehingga jumlah spesies tinggal seperempat yang bertahan.

Kepiting datang dari utara bergerak ke perairan Antartika karena menghangat. Mungkin tiba di Palmer sebagai larva yang terbawa arus laut hangat. Sekarang N. yaldwyni menempati wilayah Palmer Deep antara 1.400 meter hingga 950 meter.

Pada tahun 1982, suhu minimum 1,2oC, terlalu dingin untuk kepiting raja, tetapi tahun lalu naik 1,47oC, lebih nyaman.

Mencairnya lapisan es cenderung membuat perairan dangkal di Antartika lebih dingin. Kepiting raja tidak ditemukan di kedalaman 850 meter atau kurang, menunjukkan perairan masih terlalu dingin bagi mereka. Tetapi pemanasan air begitu cepat.

"Beberapa tahun lalu, saya dan para rekan memprediksi pemanasan suhu laut di barat daya Semenanjung Antartika memungkinkan predator laut kepiting menyerang fauna dasar laut," kata Richard Aronson, oseanografer dari Florida Institute of Technology di Melbourne.

"Kini Craig Smith dan timnya menemukan populasi basin ke landas kontinen dari semenanjung barat. Artinya mereka dapat menyerang habitat di atas landas kontinen dan dampak radikal pada masyarakat bawah," kata Aronson.

Lantas apa solusi untuk mengatasi masalah ini? Smith mengatakan laju pemanasan global harus diperlambat.
A large population of king crabs in Palmer Deep on the west Antarctic Peninsula shelf and potential invasive impacts

Craig R. Smith1 et.al.
  1. Department of Oceanography, University of Hawaii at Manoa, 1000 Pope Road, Honolulu, HI 96822, USA
Proceedings of the Royal Society B, September 7, 2011

Akses : DOI:10.1098/rspb.2011.1496
Craig Smith http://www.soest.hawaii.edu/oceanography/faculty/csmith/
Richard Aronson http://www.fit.edu/faculty/profiles/profile.php?value=505

Gambar : Craig R. Smith et.al., DOI:10.1098/rspb.2011.1496
Video : RoyalSociety's Channel http://www.youtube.com/user/RoyalSociety




Artikel Lainnya: