Pages

Ikan Phreatichthys andruzzii Atur Waktu Dalam Gelap Permanen

Jurnal KeSimpulan.com - Ikan gua Somalia Phreatichthys andruzzii hidup dalam gelap permanen tetapi masih menyimpan mesin perangkat rasa cahaya irama jam sirkadian.

Ikan gua Somalia Phreatichthys andruzzii yang berenang di gua-gua kapur di bawah gurun Somalia hidup dalam kegelapan permanen, tidak ada perbedaan antara siang dan malam, serta buta.

Karena proses adaptasi ikan ini mencatat waktu batin dengan siklus 47 jam berdasarkan pangan dan bukan sinar Matahari.

Jam biologis adalah perangkat jalur molekuler yang membantu organisme mengatur ritme aktivitas sehari-hari. Ketika jam sirkadian orang rusak menyebabkan jet lag dan bahkan masalah kesehatan.

Kebanyakan hewan, tumbuhan dan bakteri mengikuti isyarat Matahari dalam menetapkan aktivitas tidur, bangun, makan, naik turunnya tekanan darah dan irama sehari-hari lainnya dalam siklus siklus 24 jam.

Ikan gua Somalia telah terputus dari sinar Matahari sejak 2,6 juta tahun lalu. Beradaptasi dengan kehidupan di gelap. Selain menyebabkan mata menghilang dan warna kulit memutih, mereka juga mengubah jam, kata Cristiano Bertolucci, evolusionaris dari University of Ferrara di Italia.

Dalam tes laboratorium, ikan gua tidak menanggapi 12 jam siklus cahaya yang mengatur jam sirkadian pada spesies terkait ikan zebra.

Tapi setelah para ilmuwan mengganti dua protein detektor cahaya dalam sel ikan gua dari protein ikan zebra, jam ikan gua menanggapi siklus terang-gelap, menunjukkan komponen jam biologis ikan masih bekerja.

"Kami menonton sebuah jam dalam proses menjadi rusak. Dalam 1 juta tahun dalam gua, ikan mungkin kehilangan bagian penting lain," kata Nicholas S. Foulkes dari Karlsruhe Institute of Technology di Jerman, melapor ke PLoS Biology.

Namun para peneliti lain melihat skenario yang berbeda.

"Salah satu hal yang luar biasa adalah jam masih utuh," kata Jennifer Liang, biolog perkembangan dari University of Minnesota Duluth.

Liang mengatakan memang jam ikan gua dan ikan zebra ditetapkan oleh makan meskipun siklus ikan gua sekitar 47 jam sedangkan ikan zebra 24 jam tetapi temuan ini menegaskan jam ikan gua masih berdetak meskipun tidak lagi diatur oleh cahaya.

Dan meskipun suhu diatur sama dengan suhu bawah tanah ikan gua, ikan dapat mempercepat dan memperlambat jam karena jam sirkadian sebagian besar organisme terisolasi dari perubahan suhu.

Seiring waktu, ikan gua secara bertahap membuang kapasitas isolasi yang dibutuhkan bersama dengan sensor cahaya, kata Robert Lucas, neurolog jam sirkadian dari University of Manchester di Inggris.

"Status jam mungkin kondisi akhir evolusi ikan gua," kata Lucas.
A Blind Circadian Clock in Cavefish Reveals that Opsins Mediate Peripheral Clock Photoreception

Nicola Cavallari1,2 et.al.
  1. Department of Biology and Evolution, University of Ferrara, Ferrara, Italy
  2. Institute of Toxicology and Genetics, Karlsruhe Institute of Technology, Eggenstein, Germany
PLoS Biology, 9(9): e1001142, September 6, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001142
Nicholas S. Foulkes http://www.itg.kit.edu/52_411.php
Jennifer Liang http://www.d.umn.edu/biology/faculty/liang.htm
Robert Lucas http://www.manchester.ac.uk/research/Robert.lucas/
Cristiano Bertolucci http://www.unife.it/dipartimento/biologia-evoluzione/progetti/behavioural-biology/bertolucci/

Gambar : Saulo Bambi

Artikel Lainnya: