Pages

Fosilisasi Penetasan Telur Hiu Air Tawar Mesozoikum

Jurnal KeSimpulan.com - Lebih dari 200 juta tahun lalu, wilayah berbatu di barat daya Kirgizstan adalah sebuah danau air tawar dikelilingi horsetails, konifer dan penuh hiu.

Sebuah perburuan paleontologis yang melelahkan menemukan gigi hiu kecil hanya sepanjang milimeter bersama dengan jejak langka telur hiu. Fosil-fosil menandai danau sebagai penetasan ikan hiu tertua.

"Pembiakan dikenal terutama pada hiu modern. Ini studi pertama yang membuktikan keberadaan pola di era Mesozoikum," kata Jan Fischer, paleontolog dari Geologisches Institut, TU Bergakademie Freiberg di Jerman.

Pada tahun 2010, sebuah tim peneliti melaporkan temuan gigi bayi Megalodon dari pembiakan. Hiu air asin ini hidup antara 17-2 juta tahun lalu yang bisa tumbuh lebih dari 16 meter.

Di Era Mesozoikum yang dimulai 250 juta tahun lalu membentang hingga 65 juta tahun lalu ketika regim dinosaurus berkuasa di Bumi. Tidak seperti hiu saat ini, beberapa spesies hiu Mesozoikum berenang di air tawar.

"Anda bisa memancing di air tawar dan menarik keluar seekor hiu," kata Andrew Heckert, paleontolog dari Appalachian State University.

Spesies-spesies air tawar cenderung tumbuh tidak lebih dari 1 meter yang makan makhluk bercangkang mirip kerang dan lobster modern. Laporan ke Journal of Vertebrate Paleontology terdiri dari puluhan gigi kecil serta fragmen fosil kapsul telur 2 spesies ikan hiu.

"Mereka mungkin tidak menakutkan predator kecuali Anda adalah invertebrata kecil," kata Heckert.

Untuk menggangkat fragmen, para ilmuwan menyaring material untuk mengurai ekosistem danau kuno yang sekarang sudah lenyap. Biasanya hanya fosil gigi karena kerangka tulang rawan jarang memfosil dengan baik.

Para peneliti mengidentifikasi pemilik satu jenis telur dan gigi milik Hybodontids yaitu keluarga hiu yang punah 65 juta tahun lalu bersama dinosaurus. Telur lain mungkin milik Xenacanthids yang punah di akhir Triasik 250 juta tahun lalu.

Kehadiran gigi kecil dan kapsul telur tidak ditandai dengan kehadiran hiu dewasa yang menunjukkan danau dangkal sebagai tempat penetasan. Analisis susunan kimiawi gigi, Fischer dan rekannya menegaskan hiu bayi menetas di air tawar. Ini berarti hiu kuno sangat berbeda dari saudara jauh mereka pada hari ini.

"Kami hanya bisa berspekulasi. Kami pikir mereka dari air tawar dengan sendirinya, tapi kita tidak punya bukti," kata Fischer.

"Kita perlu mencoba mencari tahu di mana kita harus mencari di masa depan. Temuan ini akan mempengaruhi cara kita meneliti paleontologi dan apa yang kita cari di tempat lain karena fosil ini ditemukan di seluruh dunia," kata Heckert.
A selachian freshwater fauna from the Triassic of Kyrgyzstan and its implication for Mesozoic shark nurseries

Jan Fischer1 et.al.
  1. Geologisches Institut, TU Bergakademie Freiberg, Bernhard-von-Cotta Strasse 2, 09599, Freiberg, Germany
Journal of Vertebrate Paleontology, Volume 31, Issue 5, 2011, 09 Sep 2011

Akses : DOI:10.1080/02724634.2011.601729
Jan Fischer http://www.geo.tu-freiberg.de/
Andrew Heckert http://www.appstate.edu/~heckertab/

Gambar : Jan Fischer et.al.

Artikel Lainnya: