Pages

Bakteri Yersinia pestis Dibalik Tragedi Wabah Black Death

Jurnal KeSimpulan.com - Bakteri Black Death. Analisis DNA dari kuburan korban Black Death mendukung teori wabah disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.

Black Death adalah salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia di Eropa tahun 1348-1350. Membunuh 30-60 persen populasi dan menimbulkan rangkaian pergolakan agama, sosial dan ekonomi yang membentuk sejarah Eropa.

Butuh waktu 150 tahun bagi penduduk Eropa untuk pulih. Kadang wabah kembali dalam berbagai waktu hingga abad ke-19.

Beberapa peneliti mengajukan teori epidemi disebabkan virus seperti Ebola tetapi analisis DNA dari kuburan di London tampaknya tidak menyelesaikan argumen yang mendukung wabah bakteri Yersinia pestis.

Hendrik Poinar, bioantropolog di McMaster University, Hamilton, Ontario, Kanada, dan rekannya mengembangkan teknik untuk mencari DNA Y. pestis dalam tulang korban Black Death. Ini rumit karena kemungkinan terkontaminasi.

"Ketika kita mengekstrak DNA dari kerangka, kita juga mendapat DNA dari lingkungan sekitarnya," kata Poinar.

Untuk mengetahui sidik jari Y. pestis, Poinar mengambil DNA strain modern dan membuat molekul probe yang mengikat DNA bakteri tersebut. Tim memasang chip magnetik dan menguji pada sekitar 100 sampel gigi dan tulang yang digali dari kuburan di London.

Magnet memancing keluar chip yang membawa DNA bakteri milik strain Y. pestis tidak seperti dikenal saat ini. DNA tidak hadir dalam gigi yang terkubur di tempat lain di London sebelum Black Death.

Poinar mengatakan temuan ini verifikasi pertama bahwa korban Black Death terinfeksi Y. pestis. Bukti cukup kuat untuk meyakinkan dua tim peneliti sebelumnya yang menyatakan bahwa bug ini bukan penyebabnya.

"Saya sudah skeptis terhadap penelitian sebelumnya tentang topik ini. Apa yang membuat laporan ini bicara adalah pendekatan yang sangat cerdas," kata Thomas Gilbert, genetikawan dari University of Copenhagen di Denmark.

Teknik Poinar bisa menemukan sekuens genetik lengkap strain bakteri di belakang Black Death yang membantu menjelaskan mengapa begitu virulen dan bagaimana hal tersebut berevolusi serta apakah strain yang sama mungkin muncul di masa depan.

"Teknologi ini membuka dunia baru mengidentifikasi patogen kuno," kata Poinar melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Targeted enrichment of ancient pathogens yielding the pPCP1 plasmid of Yersinia pestis from victims of the Black Death

Verena J. Schuenemann1 et.al.
  1. Institut für Naturwissenschaftliche Archäologie, University of Tübingen, 72072 Tübingen, Germany
PNAS August 29, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1105107108
Hendrik Poinar http://iidr.mcmaster.ca/investigators/hendrik-poinar.html
Thomas Gilbert http://geogenetics.ku.dk/staff/beskrivelse/?id=295003

Black Death http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death

Gambar : En Wikipedia

Artikel Lainnya: