Pages

Bakteri Usus Lactobacillus rhamnosus Membuat Tuan Lebih Bahagia

Jurnal KeSimpulan.com - Bug mengubah pikiran. Bakteri usus Lactobacillus rhamnosus tidak hanya membuat usus senang, mereka juga membuat tuan-tuan bahagia.

Ratusan spesies bakteri menjadikan usus manusia sebagai rumah. Microbiome usus ini mempengaruhi kesehatan. Bahkan diduga dapat mengacaukan pikiran, mengubah kimia otak, suasana hati dan perilaku host.

Para peneliti semakin tertarik bagaimana bakteri usus dapat mempengaruhi otak dan perilaku. Sejauh ini fokus pada bagaimana pengaruh patogen bug otak yang melepaskan racun atau merangsang sistem kekebalan tubuh.

Sekarang sebuah penelitian baru menunjukkan bakteri jinak Lactobacillus rhamnosus menjaga suasana hati host menjadi lebih bahagia. John Cryan, neurobiolog dari University College Cork di Irlandia, memberi kaldu berisi L. rhamnosus pada tikus.

Para ilmuwan memilih bug ini karena membuat bahan utama suplemen probiotik dan sangat sedikit diketahui potensi efek samping.

Hasilnya, tikus diet L. rhamnosus selama 6 minggu lebih sedikit menunjukkan tanda-tanda stres dan kecemasan dalam tes laboratorium standar. Cryan dan rekannya melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

"Ini benar-benar menarik karena memberitahu kita hewan tidak merespon stres," kata Cryan.

Para peneliti melihat ke dalam otak menemukan perubahan aktivitas gen penyandi reseptor untuk neurotransmiter GABA yang biasanya menghambat aktivitas saraf, dan gangguan kecemasan. Tikus konsisten mengurangi kecemasan dan tidak satu pun efek ini terjadi pada tikus kontrol.

"Ini penelitian perintis. Benar-benar menunjukkan bahwa Anda dapat mengubah keadaan emosional dengan mengatur microbiome tersebut," kata Mark Lyte, mikroendokrinolog dari Texas Tech University Health Sciences Center di Abilene.

Temuan membuka spekulasi menarik tentang penggunaan probiotik untuk mengobati gangguan mood pada manusia.

Tetapi Emeran Mayer, psikiater dari University of California di Los Angeles mengatakan skeptis temuan dapat diaplikasikan dengan mudah dari tikus ke manusia.

"Saya pikir perilaku emosional manusia jauh lebih kompleks, jadi Anda tidak akan pernah menemukan jenis-jenis tanggapan yang dramatis," kata Mayer.
Ingestion of Lactobacillus strain regulates emotional behavior and central GABA receptor expression in a mouse via the vagus nerve

Javier A. Bravo1 et.al.
  1. Laboratory of NeuroGastroenterology, Alimentary Pharmabiotic Centre, University College Cork, Cork, Ireland
PNAS August 29, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1102999108
John Cryan http://publish.ucc.ie/researchprofiles/C003/jcryan
Mark Lyte http://www.ttuhsc.edu/sop/directory/details.aspx?id=1732
Emeran Mayer http://www.cns.med.ucla.edu/Bios/MayerE.htm

Artikel Lainnya: