Pages

Plasenta Ibu Selamatkan Hipotalamus Janin Ketika Kelaparan

Jurnal KeSimpulan.com - Pengorbanan ibu sejak kehamilan. Di masa kelaparan, rahim melindungi janin terkandung dari disfungsi otak dengan mengorbankan diri.

Tidak hanya surga di bawah telapak kaki ibu karena sengsara pun juga ditanggung ibu kita. Plasenta telah lama dianggap sebagai organ pasif yang hanya memungkinkan janin mengambil nutrisi dari ibunya.

Tetapi penelitian baru menunjukkan ketika kalori dibatasi, plasenta menyajikan makanan di piring dengan aktif mengorbankan diri untuk melindungi kerusakan otak pada janin terkandung.

Kevin Broad dan Barry Keverne, keduannya neurobehavioral di Cambridge University, Inggris, mengeledah apa yang terjadi pada 10 janin dari 8 tikus hamil ketika tidak diberi makan selama 24 jam di pertengahan masa kehamilan yang sangat penting dalam pengembangan hipotalamus.

Plasenta merespon krisis pangan dengan jaringan sendiri, mendaur ulang protein sel untuk menyediakan pasokan nutrisi ke hipotalamus yang berkembang terlepas dari kuantitas asupan ibu.

"Sebelumnya kami tidak tahu bahwa perlindungan janin berlangsung. Saya berharap kekurangan makanan mempengaruhi otak janin dan plasenta tetapi kami melihat plasenta bertindak sebagai interface untuk memastikan tahap khusus perkembangan otak janin terlindung," kata Keverne.

Kelaparan memiliki efek pada ekspresi beberapa 'gen tercetak' di dalam plasenta. Gen tersebut unik untuk mamalia diwarisi oleh janin dengan cara normal tetapi ekspresi tunduk pada 'epigenetik' kimia ibu melalui plasenta.

Salah satu gen yang terkena adalah Peg3 yang mengatur jumlah neuron menghasilkan oxytocin, hormon penting untuk pengasuhan ibu, produksi susu dan melahirkan. Ekspresi Peg3 dalam plasenta biasanya terkait erat dengan ekspresi gen di otak janin.

Setelah ibu puasa 24 jam tanpa makanan, para peneliti mengukur penurunan 35% ekspresi Peg3 pada ibu. Tapi ekspresi Peg3 dalam hipotalamus janin benar-benar tetap meningkat.

Para peneliti mengatakan evolusi mamalia oleh pasokan nutrisi nampak bahwa janin terlindungi dari konsekuensi kelaparan ibu dalam hal ini kasus regulasi gen yang mengancam kemampuan generasi berikutnya dengan keberhasilan reproduksi ibu.

"Pesan utama studi bahwa hipotalamus janin dan plasenta bukan jaringan independen. Mereka berevolusi bersama-sama dibangun sedemikian rupa ke dalam sistem fleksibilitas genetik yang memungkinkan generasi berikutnya prima," kata Keverne.

"Hormon-hormon yang diproduksi oleh plasenta bergeser dari program ibu. Apakah akan berbalik dan mempengaruhi otak ibu adalah spekulasi, tetapi jika [kelaparan] cukup lama mungkin saja," kata Michael Skinner, biolog reproduksi di Washington State University di Pullman.

Keverne menekankan temuan pada tikus belum tentu bisa diekstrapolasikan ke manusia karena studi kelaparan secara etis tidak dapat dilakukan. Tapi mengukur tingkat ekspresi gen saraf di plasenta setelah bayi lahir dapat memberi jendela ke dalam fungsi otak bayi itu.

Eksperimen juga menunjukkan ekspresi lebih dari 200 gen non-tercetak dalam plasenta ketika kekurangan makanan. Ada 41 gen telah dikaitkan dengan gangguan neurologis dan 2 gen diidentifikasi sebagai penanda skizofrenia.

"Otak diselamatkan oleh plasenta dalam kasus ini. Tapi mungkin jika perturbasi lebih serius akan mempengaruhi hipotalamus janin, Anda temui dengan melihat plasenta," kata Keverne melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Jadi ketika bulan puasa, Anda sedang hamil dan memutuskan untuk tidak berpuasa maka Anda termasuk ibu mamalia yang cerdas.
Placental protection of the fetal brain during short-term food deprivation

Kevin D. Broad1 dan Eric B. Keverne1
  1. Sub-Department of Animal Behaviour, University of Cambridge, Cambridge CB23 8AA, United Kingdom
PNAS, August 2, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1106022108
Barry Keverne http://www.neuroscience.cam.ac.uk/directory/profile.php?ebk10
Michael Skinner http://skinner.wsu.edu/members/skinner.html

Artikel Lainnya: