Pages

Planet Bikin Pasang Surut Permukaan Bintang Host WASP 18

Jurnal KeSimpulan.com - Planet menggerakkan pasang surut bintang host. Gravitasi dunia asing raksasa menarik-narik bintang host WASP 18 sehingga terjadi naik turun.

Gravitasi Bulan kita membuat pasang dan surut permukaan air laut di permukaan Bumi. Tetapi para astronom melihat gravitasi planet menyebabkan pasang surut permukaan bintang host.

Planet raksasa yang mengorbit bintang WASP 18 di konstelasi Phoenix mendorong gelombang besar ke bintang host karena planet ini sepuluh kali massa Jupiter dan begitu dekat dengan WASP 18 dalam waktu orbit komplit kurang dari sehari.

Planet berjarak 100 parsecs dari Matahari dan dilaporkan tahun 2009, para astronom kemudian mengkonfirmasi keberadaan planet dengan mendeteksi denyut bintang (radial velocity) dan pergeseran Doppler cahaya WASP 18 dimana gravitasi planet menarik bintang.

Tetapi pose orbit planet menjadi teka-teki. Planet yang terletak sangat dekat dengan bintang host dengan kekuatan arus begitu besar merubah orbit elips (seperti yang terlihat di planet Tata Surya) menjadi lingkaran.

"Untuk orbit dalam yang dekat, kekuatan pasang berusaha untuk mengambil energi keluar dari bagian bukan lingkaran orbit dan membuangnya ke bintang atau planet menjadi panas," jelas Phil Arras, astronom dari University of Virginia di Charlottesville.

Namun data Doppler menyarankan planet yang mengorbit WASP 18 memiliki orbit sedikit elips, mirip dengan Neptunus. Arras dan rekannya berpikir tentang anomali tersebut.

Orbit planet adalah lingkaran. Pergeseran Doppler cahaya bintang membuat orbit tampak elips disebabkan oleh permukaan bintang naik dan turun oleh tarikan pasang surut planet-nya. Ketika permukaan bintang naik ke arah pengamat, spektrum bergeser ke warna biru dan ketika menjauh bergeser ke arah merah.

Laporan temuan Arras ke server preprint arXiv ini memiliki implikasi teoritis yaitu teori tentang pasang surut gravitasi.

"Dengan sistem yang luar biasa ini, kita bisa menguji teori pasang surut," kata David Anderson, astronom dari Keele University di Staffordshire, Inggris, yang terlibat penemuan planet namun tidak terlibat dengan penelitian terbaru.

Dari semua planet yang dikenal di sekitar 18 WASP meningkatkan pasang surut. Arras menghitung pergeseran Doppler menunjukkan permukaan bintang naik dan turun sekitar 30 meter per detik yang dapat dengan mudah dideteksi dengan instrumen saat ini.

Tahun lalu, astronom melaporkan gelombang planet menyebabkan tonjolan bintang HAT-P-7 dengan perubahan cahaya di sisi orbit. Tetapi jika tim Arras benar, WASP 18 adalah pertama kalinya para astronom benar-benar mengamati permukaan bintang naik dan turun menanggapi pasang surut planet.

Anderson dan Arras berjanji melakukan pengamatan tambahan untuk mengkonfirmasi teori pasang surut. Arras mengatakan rincian ulang analisis data dapat mengungkap perbedaan tanda tangan gerakan pasang surut orbit elips.

The Radial Velocity Signature of Tides Raised in Stars Hosting Exoplanets

Phil Arras, Joshua Burkart, Eliot Quataert, Nevin N. Weinberg

arXiv:1107.6005

Akses : http://arxiv.org/abs/1107.6005

Phil Arras http://www.astro.virginia.edu/~pla7y/
David Anderson http://www.astro.keele.ac.uk/~dra/

Super WASP http://www.superwasp.org/
Radial velocity http://en.wikipedia.org/wiki/Radial_velocity
Doppler effect http://en.wikipedia.org/wiki/Doppler_effect

Gambar : Super WASP

Artikel Lainnya: