Pages

Mengapa Filsuf Harus Menggunakan Mesin Hitung

Jurnal KeSimpulan.com - Apakah kompleksitas komputasi merevolusi filsafat? Seorang ilmuwan komputer menawarkan argumen prespektif revolusi pemikiran filsafat ke depan.

Teori hitung menghitung memiliki pengaruh besar pada pemikiran filosofis. Tetapi computational complexity theory memiliki efek yang jauh lebih besar, demikian pendapat salah satu ilmuwan komputer.

Sejak tahun 1930-an, ilmu hitung sangat mempengaruhi pemikiran filosofis tentang topik-topik seperti theory of the mind, the nature of mathematical knowledge dan prospek kecerdasan mesin. Masalah lain yang menunggu para teoritikus seperti ruang, waktu atau probabilitas random.

Namun ada revolusi filsafat yang lebih besar menunggu. Teori komputasi adalah umpan kecil filosofis dibandingkan dengan potensi teori lain yang saat ini mendominasi pemikiran.

Scott Aaronson, ilmuwan komputer dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengajukan sebuah argumen persuasif bahwa teori kompleksitas komputasi akan mengubah pemikiran filosofis tentang berbagai topik seperti matematika, mekanika kuantum dan kecerdasan artifisial.

Teori kompleksitas komputasi bersinggungan dengan pertanyaan bagaimana sumber daya yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dengan beberapa skala ukuran.

Pada dasarnya ada dua jawaban. Skala penjelasan rasional lambat seperti n yaitu n^2 atau beberapa fungsi polinomial n lainnya. Atau skala rasional cepat seperti 2^n, 10000 ^ n, dan seterusnya atau beberapa fungsi eksponensial n lainnya.

Untuk sementara teori komputasi dapat memberitahu kita apakah sesuatu itu dihitung atau tidak, teori kompleksitas komputasi memberitahu apakah dapat dicapai dalam beberapa detik atau apakah akan memakan waktu lebih lama dari umur hidup alam semesta.

"Pikirkan, misalnya, perbedaan antara membaca sebuah buku 400 halaman dan membaca setiap buku yang mungkin dilakukan atau antara menulis seribu digit dan menghitung angka tersebut," kata Aaronson.

Aaronson mengakui keterbatasan teori kompleksitas komputasi. Banyak dari prinsip-prinsip dasar teori seperti P≠NP belum terbukti dan banyak dari ide-ide berlaku serial. Namun Aaronson mengatakan kritik-kritik ini tidak memungkinkan filsuf untuk duduk santai mengabaikan argumen.

Memang, banyak kritik menimbulkan pertanyaan filosofis yang menarik dari para filsuf. Teori kompleksitas komputasi merupakan disiplin yang relatif baru sehingga Aaronson mengatakan dampak terbesar teori ini belum datang untuk saat ini.
Why Philosophers Should Care About Computational Complexity

Scott Aaronson

arXiv:1108.1791 (last revised 14 Aug 2011)

Akses : http://arxiv.org/abs/1108.1791
Scott Aaronson :
MIT http://eecsfacweb.mit.edu/facpages/aaronson.html
Blog http://www.scottaaronson.com/blog/
Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Scott_Aaronson

Computational complexity theory http://en.wikipedia.org/wiki/Computational_complexity_theory

Gambar : En Wikipedia

Artikel Lainnya: