Pages

Lebah Bombus terrestris Seperti Salesman Keliling Hitung Rute

Jurnal KeSimpulan.com - Lebah Bombus terrestris yang hidup di sepanjang Eropa dan Afrika utara harus menghitung rute terbaik seperti salesman keliling.

Meskipun memiliki otak secuil, Lebah Bombus terrestris dapat memecahkan masalah navigasi dimana superkomputer modern harus berjuang untuk mengatasi sampai-sampai over heating.

Seperti lebah madu dan semut, serangga sosial dengan ratu, perilaku cerdik seperti menjaga suhu sarang konstan, menjaga agar predator tidak menemukan sarang dan paranoid ketika predator menyamar.

Lebah pekerja terbang dari bunga ke bunga mencari nektar dan serbuk sari. Tetapi masing-masing penerbangan menghitung biaya energi dan waktu sehingga meminimalkan jarak terbang.

Untuk itu, mereka harus memecahkan salah satu masalah yang paling sulit dalam matematika ala salesman keliling. Masalah yang "membuat superkomputer sibuk", kata Lars Chittka, ekolog behavioral dari Queen Mary, University of London.

Lebah harus mengunjungi banyak bunga menggunakan rute sesingkat mungkin. Chittka dan Mathieu Lihoreau, sosioevolusionaris di University of Sydney, Australia, berpikir lebah mungkin menggunakan aturan sederhana.

Setelah selesai pada satu bunga, terbang ke bungga terdekat lain yang belum dikunjungi. Ini membutuhkan kekuatan otak sedikit.

Lihoreau mengambil lebah dengan enam bunga buatan. Membiarkan setiap lebah menjelajahi 80 kali dan mencatat rute yang mereka ambil. Lebah dibelah menjadi dua jarak terbang yaitu 65 dan 38 meter.

Setelah sekitar 26 perjalanan mencari makan, lebah dapat memilih rute yang optimal. Tidak ada tanda lebah menuju bunga-bunga yang belum dikunjungi terdekat. Sebaliknya lebah menggunakan trik yang sama dengan manusia.

Lebah diminta mencari jalur terpendek yang dilihat setiap titik, manusia secara mental menarik garis di sekitar titik-titik terluar. Menggunakan jalan sebagai panduan dan mengambil jalan memutar ke bagian dalam bidang titik.

Menggunakan teknik ini, manusia menemukan rute waktu 5 persen optimal bahkan jika lebih dari 100 titik, kata Tom Ormerod, psikognisian dari Lancaster University di Inggris.

Lihoreau berpikir lebah mungkin menggunakan aturan sederhana yang membuat mereka dengan solusi seperti manusia. Terbang sedekat mungkin dengan garis lurus yang secara alami menuntun mereka mengambil rute melingkar di sekitar bunga, bukan zig-zag di tengahnya.

Lebah juga dapat memodifikasi rute jika beberapa bunga lebih menarik daripada yang lain. Dihadapkan dengan sebuah array di mana satu bunga jauh lebih bermanfaat, lebah mengubah rute dengan kunjungan pertama kecuali perjalanan mereka terlalu banyak, dalam hal ini terjebak dengan rute pendek.
Bees do not use nearest-neighbour rules for optimization of multi-location routes

Mathieu Lihoreau1 et.al.
  1. Biological and Experimental Psychology Group, School of Biological and Chemical Sciences, Queen Mary, University of London, London E1 4NS, UK
Biology Letters, August 17, 2011

Akses : DOI:10.1098/rsbl.2011.0661

Trade-off between travel distance and prioritization of high-reward sites in traplining bumblebees

Mathieu Lihoreau1 et.al.
  1. Biological and Experimental Psychology Group, School of Biological and Chemical Sciences, Queen Mary University of London, Mile End Road, London E1 4NS, UK
Functional Ecology, 28 JUN 2011

Akses : DOI:10.1111/j.1365-2435.2011.01881.x
Lars Chittka http://chittkalab.sbcs.qmul.ac.uk/Chittka.html
Mathieu Lihoreau http://www.mathieu-lihoreau.com/
Tom Ormerod http://www.psych.lancs.ac.uk/people/TomOrmerod.html

Artikel Lainnya: