Pages

Kulit Manusia Buatan Dipanen dari Budidaya Serat Laba-Laba

Jurnal KeSimpulan.com - Kulit buatan dari laba-laba pemintal sutra. Para peneliti menyarankan rahasia kulit buatan yang dipanen dari budidaya sel di sutra laba-laba.

Implantasi kulit sangat penting untuk mengobati korban terbakar dan pasien lainnya seperti luka kronis yang menimpa 6,5 juta pasien rawat inap di Amerika Serikat yang menelan biaya sebesar US$25 miliar per tahun.

Jangan bayangkan grafting kulit dari tubuh sendiri karena para ilmuwan sedang meneliti kulit buatan. Tujuannnya mencari material yang ditoleransi tubuh dan aman dari waktu ke waktu sebagai kulit baru yang tumbuh serta kuat menahan semua bentuk iritasi.

Penelitian material sampai sekarang nampak tidak cukup kuat untuk tugas tersebut, kata Hanna Wendt, bioenginer dari Medical School Hannover di Jerman. Sekarang Wendt dan rekannya menyarankan sutra laba-laba mungkin dapat mengatasi.

Sutra laba-laba merupakan bahan alami yang dikenal sangat kuat. Ada cerita rakyat setidaknya 2.000 tahun mengenai nilai medis jaring laba-laba tersebut, misalnya untuk melawan infeksi pendarahan, penyembuh luka dan ligamen buatan. Tidak seperti ulat sutera, jaring laba-laba tidak memicu reaksi imun.

"Kekuatan luar biasa dan keuletan adalah faktor penting dalam transfer berbagai jenis implan kulit," kata Wendt melapor ke PLoS ONE.

Para peneliti menemukan sel-sel kulit manusia yang dibudidaya di serat laba-laba dapat berkembang, memelihara nutrisi, kehangatan dan udara. Juga mampu membangun dua jenis utama sel kulit yaitu keratinocyte dan fibroblast.

Keduannya menjadi pola jaringan menyerupai epidermis yaitu lapisan terluar dan dermis yaitu lapisan jaringan hidup di bawah epidermis yang mengandung kapiler, ujung saraf, kelenjar keringat, folikel rambut dan struktur lainnya.

"Sangat mengesankan mengamati bagaimana sel manusia tumbuh di sutera laba-laba," kata Wendt.

Saat ini, panen dalam jumlah besar sutera laba-laba untuk standar industri tidak praktis. Banyak tim peneliti sedang berburu cara untuk menumbuhkan sutra laba-laba sintetis.

"Saya pikir dalam jangka panjang untuk penggunaan klinis semakin luas, serat sutra sintetis menyediakan mekanika dan kultur sel," kata Wendt.
Artificial Skin - Culturing of Different Skin Cell Lines for Generating an Artificial Skin Substitute on Cross-Weaved Spider Silk Fibres

Hanna Wendt1 et.al.
  1. Department of Plastic, Hand, and Reconstructive Surgery, Medical School Hannover, Hannover, Germany
PLoS ONE 6(7): e21833, July 26, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0021833
Hanna Wendt http://www.mh-hannover.de

Gambar : Hanna Wendt et.al., PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0021833.g002

Artikel Lainnya: