Pages

Korelasi Penyakit dan Stratifikasi Kohort Catatan Elektronik Pasien

Jurnal KeSimpulan.com - Apa hubungan rambut rontok, migrain dan skizofrenia? Teknik integrasi data membantu peneliti menemukan link yang hilang di antara kondisi medis.

Integrasi plot data yang mengekstrak informasi catatan dokter dengan protein dan informasi genetik dapat mengungkapkan hubungan kesehatan yang nampak tidak terkait misalnya migrain dan rambut rontok atau glaukoma dan punggung bungkuk.

Selain menghasilkan molekul penyakit, pendekatan juga mengungkap potret jauh lebih detail setiap pasien, kata Søren Brunak, bioanalis dari Center for Biological Sequence Analysis at the Technical University of Denmark di Lyngby dan University of Copenhagen.

Menggunakan kode WHO, peneliti membangun peta 4.700 pasien rumah sakit jiwa di Denmark berdasarkan diagnosis. Lebih dari 800 pasang sintom muncul lebih dari dua kali. Sebanyak 93 pasang ditandai dokter sebagai sangat menarik.

Investigasi ke dalam gen dan protein yang terkait dengan beberapa pasangan ini terkait yang sebelumnya tidak diketahui, seperti tumpang tindih mesin molekuler atau jalur.

Sebagai contoh, tim mengidentifikasi 9 pasien didiagnosis migrain dan alopesia, atau rambut rontok. Para peneliti menemukan target seluler untuk protein yang terlibat dalam rambut rontok dengan meneliti koneksi protein untuk migrain.

Selain itu, para ilmuwan menyadari bahwa alergi gluten dikenal sebagai penyakit celiac telah dikaitkan dengan kerontokan rambut dan migrain dan juga telah dikaitkan dengan skizofrenia.

"Pada akhirnya pendekatan dua ujung informasi yaitu catatan pasien dan data genom. Ketika data genetik pasien individual tersedia maka pemberian obat bisa lebih dipersonalisasikan," kata Brunak melapor ke PLoS Computational Biology.

"Ini pendekatan cluster informasi dengan cara jauh lebih rinci," Stéphane Meystre, bioinformatikawan dari University of Utah di Salt Lake City.

Meystre mengatakan mungkin puluhan tahun ke depan pendekatan yang benar-benar pribadi seperti ini menjadi norma. Saat ini pencatatan elektronik belum diadopsi secara luas dan link molekuler yang mendasarinya belum tentu sudah ada obatnya.
Using Electronic Patient Records to Discover Disease Correlations and Stratify Patient Cohorts

Francisco S. Roque1 et.al.

  1. Center for Biological Sequence Analysis, Department of Systems Biology, Technical University of Denmark, Lyngby, Denmark
PLoS Computational Biology, 7(8): e1002141, August 25, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pcbi.1002141
Søren Brunak http://www.cbs.dtu.dk/staff/show-staff.php?id=514
Stéphane Meystre http://medicine.utah.edu/faculty/mddetail.php?facultyID=FM00009786

Gambar : Francisco Roque et.al., 10.1371/journal.pcbi.1002141.g003

Artikel Lainnya: