Pages

Human Herpes Virus 6 Gunakan Rute Hidung Menuju Otak

Jurnal KeSimpulan.com - Virus di hidung naik ke otak. Secara naluriah virus ingin mencapai target yaitu otak dan bug Herpes menyusuri rute sel penciuman.

Sebuah virus mungkin menyelinap ke otak melalui hidung. Setelah membuat lendir di hidung orang, Human herpesvirus-6 (HHV-6) manusia mungkin berjalan tepat di sepanjang sel penciuman menuju otak.

Pertarungan manusia dengan HHV-6 di usia muda, menyebabkan infeksi roseola di masa kanak-kanak yang ditandai dengan ruam dada dan demam tinggi.

"Setiap orang terkena ini. Anda memilikinya. Saya memilikinya," kata Steven Jacobson, Virolog dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke di Bethesda, Md.

Meskipun secara ubikuitas sangat sedikit diketahui, HHV-6 dapat hidup di amandel dan menumpahkan air liur.

Pada beberapa orang, virus dapat menginfeksi otak di mana peneliti percaya dapat menyebabkan gangguan saraf seperti multiple sclerosis, encephalitis dan epilepsy.

Virus lainnya seperti herpes simplex, influenza A dan rabies menyerang otak melalui hidung sehingga Jacobson dan timnya bertanya-tanya apakah HHV-6 juga melakukan trik sama.

Para peneliti menemukan tingkat tinggi HHV-6 di olfactory bulb dari 2 banding 3 sampel otopsi otak. Tim kemudian melihat lendir hidung dan menemukan virus di 52 dari 126 sampel yang berbeda.

"Kami terkejut menemukan begitu banyak dalam lendir hidung," kata Jacobson melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)

Di piring petri laboratorium, tim menemukan sel-sel khusus yang membantu menghubungkan saraf ke otak rentan terhadap infeksi HHV-6. Sel-sel ini mungkin rute masuk bagi virus.

"Virus mengambil keuntungan dari apa pun yang mereka bisa. Masuk dengan cara apapun sehingga tidak heran menggunakan mukosa hidung," kata neurolog Avindra Nath, neurolog dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke.

Namun hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati, kata Robyn Klein, neuroimunolog dari Washington University School of Medicine di St Louis. Studi ini menyajikan data korelatif sampel kecil, sulit untuk mengatakan apakah HHV-6 benar-benar berjalan di sepanjang rute penciuman ke otak.

"Apakah saya yakin bahwa hal ini terjadi? Tidak. Apakah itu suatu kemungkinan? Tentu," kata Klein.

Klein mengatakan konfirmasi hidung ke otak adalah penting karena titik masuk virus ke otak mungkin memiliki dampak besar pada hasil infeksi. Infeksi pada suatu wilayah dapat menyebabkan hasil sangat berbeda dengan infeksi di bagian lain.

Dharam Ablashi, virolog yang konsen pada HHV-6 dan direktur ilmiah HHV-6 Foundation di Santa Barbara, California, mengatakan temuan mungkin hanya ujung gunung es.

"Peningkatkan teknik penelitian. Kita mungkin menemukan kondisi paling neurologis yang disebabkan oleh masuknya virus ke otak melalui saluran hidung," kata Ablashi.
Human herpesvirus-6 entry into the central nervous system through the olfactory pathway

Erin Harberts1 et.al.
  1. Viral Immunology Section, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, Bethesda, MD 20892
PNAS August 8, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1105143108
Steven Jacobson http://www.ninds.nih.gov/research/labs/94.htm
Avindra Nath http://www.ninds.nih.gov/research/labs/568.htm
Robyn Klein http://id.wustl.edu/faculty/klein.html
Dharam Ablashi http://en.wikipedia.org/wiki/Dharam_Ablashi

HHV-6 Foundation http://www.hhv-6foundation.org/

Artikel Lainnya: