Pages

DRACO Lindungi Sel dari Infeksi Semua Jenis Virus

Jurnal KeSimpulan.com - Obat harus bisa mengalahkan semua virus apapun. Dalam teori, obat dapat memusnahkan sel yang terinfeksi semua jenis virus tanpa merugikan sel sehat.

Selama 50 tahun, kita telah melawan virus dalam dua cara yaitu obat untuk infeksi dan vaksin untuk mencegah infeksi. Namun kebanyakan khusus untuk satu strain atau keluarga virus terkait. Ketika virus bermutasi peneliti harus mengubah strategi.

Target obat baru adalah molekul umum untuk semua sel yang terinfeksi virus. Hampir setiap virus menghasilkan string double-stranded RNA lebih dari 30 base pairs selama transkripsi dan replikasi. Sel mamalia sehat tidak menghasilkan double-stranded RNA lebih dari 23 base pairs.

Todd Rider, biokimiawan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Massachusetts, dan rekannya mengkombinasikan protein dari sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi obat baru.

Ketika sebuah enzim disebut protein kinase R (PKR) menemukan double-stranded RNA lebih dari 23 base pairs di dalam sel, maka RNA memblok produksi protein virus dan mengaktifkan pertahanan sel.

Jadi Rider menempel PKR untuk mengaktifkan apoptotic protease activating factor 1 (APAF-1), sebuah protein yang memicu bunuh diri sel dengan melepaskan enzim destruktif.

Rider mengatakan obat menangkap virus dengan menghancurkan sel sebelum virus baru berkumpul di dalamnya. Bahkan jika molekul virus terfragmentasi melarikan diri dari sel yang sudah dihapus, mereka akan kehilangan mantel protein yang membantu berpindah antar sel-sel sehingga tidak dapat menginfeksi sel sehat lain.

Rider menamakan molekul ini double-stranded RNA (dsRNA)-activated caspase oligomeriser (DRACO).

Dalam tes, Rider menginfeksi sel-sel manusia dan tikus dalam cawan Petri dengan rhinovirus yang menyebabkan beberapa bentuk flu biasa pada manusia. DRACO mencegah penyebaran virus dengan cepat membunuh sel yang terinfeksi tanpa merusak yang sehat.

Eksperimen lebih lanjut menunjukkan Draco melakukan sama baik terhadap 14 virus lain termasuk demam berdarah. Juga meningkatkan kelangsungan hidup tikus dengan dosis mematikan virus flu H1N1.

"Sama seperti antibiotik merevolusi pengobatan infeksi bakteri, proyek ini memiliki banyak potensi untuk mencegah atau mengobati seluruh penyakit menular," kata Rider melapor ke PLoS ONE.

DRACO juga bisa bertindak perisai terhadap virus yang mungkin digunakan oleh para bioteroris seperti Ebola dan cacar.

Andrea Branch, mikrobiolog dari Mount Sinai School of Medicine di New York City, mengatakan laporan baru menarik namun memiliki beberapa keraguan tentang kepraktisan. DRACO adalah protein besar yang mungkin tidak mudah masuk sel.

Pemberian DRACO awal infeksi bisa efektif tetapi menghancurkan semua sel terinfeksi virus dapat berbahaya pada orang dengan infeksi virus canggih.

"Misalkan 100 persen hepatosit Anda terinfeksi dan Anda menggunakan ini, Anda akan meninggal karena gagal liver," kata Branch.

Timothy Tellinghuisen, infektolog dari Scripps Research Institute di Jupiter, Florida, mengatakan beberapa virus telah berevolusi dengan menyembunyikan double-stranded RNA mereka sehingga bisa menghindari DRACO.

Namun, "ini benar-benar sebuah laporan menarik, pendekatan sangat cerdas untuk menyingkirkan sel yang mengandung double-stranded RNA," kata Tellinghuisen.
Broad-Spectrum Antiviral Therapeutics

Todd H. Rider1 et.al.
  1. Lincoln Laboratory, Massachusetts Institute of Technology, Lexington, Massachusetts, United States of America
PLoS ONE 6(7): e22572, July 27, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0022572
Todd Rider http://www.ll.mit.edu/60thAnniversary/rider.html
Andrea Branch http://www.mssm.edu/profiles/andrea-d-branch
Timothy Tellinghuisen http://www.scripps.edu/research/faculty/tellinghuisen

Artikel Lainnya: