Pages

Burung Unta Struthio camelus Evolusi Tidur SWS EEG dan REM

Jurnal KeSimpulan.com - Evolusi tidur. Berlawanan dengan pandangan umum, Burung Unta (Struthio camelus) tidak tidur dengan kepala merebah di atas pasir.

Kita tidak tahu apakah Burung Unta mendapat wahyu ilahi lewat mimpi karena mereka tidak pernah tidur sama sekali. Meskipun tampak tidur, mata tetap terbuka. Para peneliti mempelajari tidur Burung Unta (Struthio camelus) yang mengungkap evolusi tidur.

Niels Rattenborg, psikiater dari Max Planck Institute for Ornithology di Seewiesen, Jerman, dan rekannya menemukan aktivitas slow wave sleep (SWS) dan rapid eye movement REM burung ini adalah unik.

Aktivitas bergantian antara gelombang kecil-cepat dan besar-lambat. Selain itu jumlah REM tidur berbeda dibanding spesies burung lainnya.

Burung memiliki pola tidur yang sama dengan Platipus (mamalia kuno yang bertelur). Rupanya selama evolusi dua kondisi tidur yang berbeda muncul dari keadaan heterogen tunggal. Dengan demikian REM tidur merupakan fitur evolusi baru.

"Memahami bagaimana evolusi SWS dan REM memberikan wawasan tentang fungsi mereka," kata Niels Rattenborg, melapor ke PLoS ONE.

Sayangnya aktivitas otak tidak memfosil sehingga untuk mengetahui para peneliti harus mempelajari hewan yang hidup sebagai wakil hewan punah.

Misalnya, mamalia marsupial dan plasental termasuk manusia terlibat dalam SWS dan REM, echidnas dan Platypus (kelompok mamalia paling kuno yang masih hidup, monotremes) hanya menampilkan pola tidur nyenyak di EEG.

Seperti mamalia, burung terbang juga terlibat dalam SWS dan REM tetapi sampai sekarang tidak diketahui apakah burung berbagi pola evolusi tidur yang sama dengan mamalia.

Tim peneliti melangkapi elektroda untuk mengukur aktivitas otak menggunakan EEG, gerakan mata serta otot pada 6 Burung Unta di Afrika Selatan

Hebatnya, aktivitas tidur mengingatkan pola tidur monotremes. Secara berkala memasuki keadaan tidur REM ditandai dengan gerakan mata yang cepat dan otot berkurang, namun EEG akan flip di antara dua kondisi tidur.

Karena burung unta memiliki beberapa aktivasi tidur REM maka burung-burung purba tersebut merupakan urutan langkah evolusi menuju tidur 'klasik' REM.

"Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan aktivasi tidur REM pada manusia, mamalia, dan burung lainnya adalah fitur evolusi baru yang tidak dimiliki hewan evolusioner lebih kuno," kata Rattenborg.

Kita hanya bisa berspekulasi apakah Burung Unta dan Platypus memiliki mimpi yang sama. Karena buta huruf, kita juga tidak tahu apakah mereka juga mendapat wahyu ilahi di gua padang pasir.
Ostriches Sleep like Platypuses

John A. Lesku1 et.al.
  1. Max Planck Institute for Ornithology, Seewiesen, Germany
PLoS ONE 6(8): e23203, August 24, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0023203
Niels Rattenborg http://orn.mpg.de/mitarbeiter/rattenborg.html

Gambar : John A. Lesku et.al., DOI:10.1371/journal.pone.0023203.g001
Video : edyong209's Channel http://www.youtube.com/user/edyong209

Artikel Lainnya: