Pages

Transfer Gen Bunga Waratah Telopea speciosissima Melawan Iklim

Jurnal KeSimpulan.com - Bunga Waratah (Telopea speciosissima) melawan perubahan iklim. Transfer gen strain geografis adaptasi evolusioner terhadap iklim.

Bunga Waratah, flora asli Australia, menunjukkan dapat bertahan dan beradaptasi selama jangka panjang fluktuasi iklim sebelumnya. Studi baru menyoroti kebutuhan mempertahankan "koridor flora" yang memungkinkan jalur gen spesies mengembangkan "mekanisme evolusioner dan adaptif".

Maurizio Rossetto, botanis di Royal Botanic Garden, Sydney, mengatakan studi form daun dan DNA Waratah menunjukkan perbedaan nyata antara populasi di pegunungan atas di barat Sydney dengan di sepanjang pantai.

Evolusi ekologis Waratah pada ketinggian menengah adalah "genetik menengah". Ini menunjukkan ada zona kontak antara spesies dataran tinggi dan pesisir yang memungkinkan pertukaran gen dimana populasi beradaptasi dengan perubahan kondisi.

"Struktur genetik ditemukan di DNA Waratah menunjukkan sementara ini populasi di dataran menengah berbagi sebagian besar gen mereka sebagai adaptasi populasi dingin selama Zaman Es. Mereka sekarang menjadi 'batu loncatan' bagi potensi gerakan adaptasi gen ke dataran tinggi," kata Rossetto.

Benih-benih Telopea speciosissima yang menjadi ikon New South Wales untuk emblem bunga negara, tidak mudah tersebar dan cenderung berkecambah di dekat bunga ibu, tetapi mereka kadang-kadang disebarkan oleh burung dan mamalia.

Rossetto mengatakan studi menunjukkan Waratah menengah memiliki potensi untuk menyampaikan DNA melawan perubahan suhu. Waratah mekar pertama selama sepuluh hari di lima lokasi liar terjadi ketika maksimum suhu rata-rata 20oC.

Perubahan suhu terjadi secara bertahap sepanjang gradien altitudinal dengan populasi pesisir mekar di bulan September dan populasi dataran tinggi di bulan November. Karena tidak ada selisih mekar antara populasi atas dan bawah maka tidak ada pertukaran genetik di antara kedua wilayah.

"Fluktuasi iklim zaman es, ketika kondisi lokal sangat ekstrim, cenderung memiliki diferensiasi intensif dan perbedaan antara dataran tinggi dan populasi pesisir," kata Rossetto melapor ke BMC Evolutionary Biology.

Namun Waratah di ketinggian menengah dapat tumpang tindih mekar yang memungkinkan menjadi gerbang genetik dalam gerakan adaptasi gen terhadap pemanasan ke dataran tinggi. Data genetik menunjukkan aliran gen sudah terjadi dengan beberapa Waratah dataran tinggi memiliki tanda tangan DNA yang ditemukan di Waratah pesisir.

"Kita sekarang melihat sinyal Waratah pesisir di antara populasi yang berarti aliran gen bergerak dengan cara lain dan beberapa sinyal pesisir di Waratah dataran tinggi," kata Rossetto.

Studi ini menunjukkan bahwa proses evolusi seperti spesies Waratah mungkin memberi ketahanan untuk dampak perubahan iklim. Tim kini menjajaki berapa banyak spesies lokal lainnya bergantung pada proses adaptif yang sama.

Rossetto mengatakan perlunya memahami dinamika operasional antara flora gunung dan pantai. Tampak bahwa gen dapat ditangkap dari spesies yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan adapatif tanaman.

"Tapi semua mekanisme evolusioner dan adaptif terjadi lebih efektif dalam lingkungan yang tidak terganggu," kata Rossetto.

Jika daerah yang memiliki pranala genus spesies terhapus dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk mentransfer gen yang memungkinkan tanaman untuk beradaptasi dan bertahan hidup.
The impact of distance and a shifting temperature gradient on genetic connectivity across a heterogeneous landscape

Maurizio Rossetto1 et.al.
  1. National Herbarium of NSW, Mrs Macquaries Road, Sydney, NSW 2000, Australia
BMC Evolutionary Biology, 18 May 2011

Download dan Akses : DOI:10.1186/1471-2148-11-126
Maurizio Rossetto http://www.rbgsyd.nsw.gov.au/about_us/our_people/Science_staff/maurizio_rossetto

Artikel Lainnya: