Pages

Simulasi Numerik Prediksi Tumpahan Minyak Macondo Well

Jurnal KeSimpulan.com - Kilas balik para ilmuwan di Berkeley Lab berpacu dalam memprediksi tumpahan arus minyak Deepwater Horizon Macondo Well.

Selama dua minggu pertama Juni 2010 enam ilmuwan dari U.S. Department of Energy’s Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab) fokus pada krisis yang sedang berlangsung di Teluk Meksiko setelah ledakan Macondo Horizon Deepwater, sumur minyak milik BP.

Jam terus berdetak, para ilmuwan memeras otak dan segalanya untuk memperkirakan berapa banyak minyak yang mengalir dari sumur yang hancur.

Pekerjaan mereka dapat membantu menilai dampak lingkungan dari bencana serta mengembangkan cara-cara untuk menutup sumur yang telah memuntahkan minyak tak terkendali sejak 20 April.

Mereka menggunakan beberapa alat pemodelan numerik paling canggih di dunia yang dikembangkan di Berkeley Lab selama dua dekade terakhir untuk aplikasi mulai dari produksi energi panas Bumi hingga hidrologi lingkungan.

Bekerja cepat di tengah ketidakpastian, mereka memperkirakan antara 60.000 hingga 100.000 barel minyak mengalir ke Teluk setiap hari. Perhitungan sesuai dengan perkiraan akhir yang diperoleh dua bulan kemudian berdasarkan informasi data yang lebih banyak.

Sekarang mereka menceritakan studi tersebut kepada kita dalam sebuah artikel yang dikirim pekan lalu ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

"Kami memanfaatkan keahlian Berkeley Lab dalam aliran multifase dan alat-alat komputasi untuk cepat mengambil alih masalah mendesak ini," kata Curt Oldenburg, geolog dari Berkeley Lab’s Earth Sciences Division.

Para ilmuwan adalah bagian dari tim yang didirikan oleh National Incident Commander bulan Mei 2010 untuk memperkirakan laju aliran minyak. Salah satu komponen dari upaya ini terdiri lima ilmuwan dari laboratorium nasional US Department of Energy (DOE) termasuk Berkeley Lab.

Tim Berkeley Lab pertama kali mengembangkan sebuah model konseptual sistem yang disederhanakan meskipun kurangnya pengetahuan tentang jalur aliran dari reservoir ke dalam sumur, permeabilitas reservoir, dan tekanan dalam pencegah ledakan.

Mereka kemudian mengembangkan sebuah model yang digabungkan dari reservoir dan lubang sumur menggunakan program numerik yang disebut TOUGH2 untuk mensimulasikan cairan dan aliran panas dalam media berpori dan retak.

Simulasi warna untuk berbagai laju aliran dari yang rendah 60.000 barel minyak per hari ke tinggi 100.000 barel minyak per hari. Perkiraan awal sejalan dengan perkiraan akhir pada bulan Agustus 2010 oleh seluruh kelompok dan berdasarkan analisis independen serta pengamatan.

Patokan pada tingkat 62.200 barel minyak per hari setelah ledakan awal pada bulan April, meruncing menjadi 52.700 barel per hari sebelum sumur telah ditutup pada pertengahan Juli.
Numerical simulations of the Macondo well blowout reveal strong control of oil flow by reservoir permeability and exsolution of gas

Curtis M. Oldenburg1
  1. Earth Sciences Division, MS 90-1116, 1 Cyclotron Road, Lawrence Berkeley National Laboratory, Berkeley, CA 94720
PNAS July 5, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1105165108
Curt Oldenburg http://esd.lbl.gov/about/staff/curtisoldenburg/

Berkeley Lab http://www.lbl.gov/
US Department of Energy http://www.energy.gov/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment