Pages

Simpanse Panzee Letakkan Evolusi Bahasa Primata Sebelum Spesies Manusia

Jurnal KeSimpulan.com - Simpanse Panzee (25 tahun) mengenali kata-kata terdistorsi. Temuan menolak teori bahwa bahasa adalah evolusi unik hanya milik manusia.

Kebanyakan peneliti menganggap bahasa adalah perilaku unik manusia yang membuat kita menjadi spesies khusus. Tetapi mereka berdebat bagaimana kemampuan berbicara dan mendengarkan berevolusi. Studi baru menunjukkan simpanse berlatih berbahasa dimana memahami pembicaraan merupakan perangkat dasar yang mungkin sudah hadir pada leluhur primata.

Hipotesis bahwa bahasa berevolusi hanya dalam garis keturunan manusia dan tidak mungkin pada hewan lain telah lama dibahas pada tahun 1960-an oleh linguisian Noam Chomsky yang berpendapat manusia memiliki "organ bahasa" khusus yang unik. Tetapi penelitian lebih baru menunjukkan spesies lain berkomunikasi dan banyak peneliti mulai meninggalkan Chomsky.

Namun, beberapa ilmuwan terus berdebat bahwa manusia berevolusi secara unik untuk melihat dan memahami percakapan yang memungkinkan kita menggunakan kata-kata sebagai simbol untuk makna yang kompleks. Perdebatan didasarkan pada bahasa hanya bakat milik manusia.

Para peneliti beralih ke Panzee, simpanse 25 tahun, untuk menguji asumsi bahwa hanya manusia yang memiliki bakat ini. Panzee diasuh mulai umur 8 hari dengan perawat yang kaya percakapan bahasa Inggris tentang makanan, orang, benda, dan peristiwa.

Panzee tidak bisa bicara, jadi dia berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya menggunakan papan simbol lexigram sesuai dengan kata-kata bahasa Inggris. Dia dapat menunjuk 128 lexigram berbeda ketika mendengar kata yang diucapkan sesuai.

Lisa Heimbauer, psikognisian dari Georgia State University di Atlanta, melihat seberapa baik Panzee memiliki bakat manusia untuk pemahaman suara kata Inggris ketika terdistorsi untuk mengenalinya.

Tim menggunakan dua metode elektronik untuk mendistorsi kata: sintesis noise-vocoded (NV) yang membuat kata-kata yang terdengar sangat parau dan sintesis sine-wave (SW) yang mengurangi kata-kata untuk hanya tiga nada.

Panzee melakukan jauh di atas kesempatan ketika mendengar versi terdistorsi 48 kata yang ia tahu dan harus memilih di antara empat lexigram, tim melaporkan temuan ke Current Biology.

Sementara kesempatan yang salah satu dari empat pilihan yang benar atau 25%, Panzee mencetak skor 55% dengan NV dan 40% dengan SW yang sangat sulit untuk dipahami bahkan bagi manusia sekalipun. Ini hampir sama baiknya dengan kinerja 32 subyek manusia menggunakan 48 kata dimana kata yang benar dengan NV 70% dan SW 40%.

Heimbauer dan rekannya mengatakan kinerja Panzee melawan hipotesis bahwa manusia berevolusi bahasa hanya setelah mereka berpisah dari garis simpanse sekitar 5.000.000 hingga 7.000.000 tahun yang lalu.

"Hasil yang bagus," kata Johan Bolhuis, biolog dari Utrecht University di Belanda, tetapi bukan "kejutan besar."

Sebagai contoh, burung finch zebra terbukti dapat membedakan perbedaan suara yang sangat kecil dalam kata yang diucapkan oleh manusia, termasuk orang yang berbeda vokal.

JD Trout, psikolog dan filsuf dari Loyola University Chicago di Illinois, mengatakan peneliti jauh dari pembuktian kasus mereka.

"Eksperimen ini tidak menanggung pertanyaan apakah percakapan adalah adaptasi khusus manusia," kata Trout.

Trout mencatat subyek manusia harus menarik kata yang cocok keluar dari kosa kata sekitar 30.000 kata, sedangkan Panzee memiliki kosakata yang jauh lebih kecil untuk dilalui. Tetapi Heimbauer menunjukkan tidak seperti subyek manusia, Panzee belum pernah terdistorsi sebelum eksperimen.
A Chimpanzee Recognizes Synthetic Speech with Significantly Reduced Acoustic Cues to Phonetic Content

Lisa A. Heimbauer1,2
  1. Department of Psychology, Georgia State University, PO Box 5010, Atlanta, GA 30302-5010, USA
  2. Language Research Center, Georgia State University, Atlanta, GA 30303, USA
Current Biology, 30 June 2011

Download dan Akses : (maaf link kami disable)
Lisa Heimbauer http://www2.gsu.edu/~wwwcbs/heimbauer.html
Johan Bolhuis http://www.bio.uu.nl/behaviour/Bolhuis/
JD Trout http://www.luc.edu/philosophy/faculty_trout.shtml
Noam Chomsky http://en.wikipedia.org/wiki/Noam_Chomsky

Artikel Lainnya: