Pages

Semut Aseksual Mycocepurus smithii Juga Ngeseks

Jurnal KeSimpulan.com - Semut aseksual mungkin juga ngeseks. Bahkan semut tidak dapat sepenuhnya munafik untuk urusan seks dan aturan halal dan haram hanya macan kertas.

Survei baru spesies Amerika Latin yang terkenal sebagai salah satu dari beberapa semut aseksual membuka rahasia dan dapat menjelaskan mengapa serangga berhasil bertahan begitu lama. Mycocepurus smithii semut petani yang menabur dan memanen jamur sebagai makanan.

Para peneliti tidak menduga sesuatu yang aneh sejak laporan tahun 2005 dimana koloni M. smithii di Puerto Rico tampaknya kehilangan sesuatu yang penting yaitu kejantanan laki-laki.

Laporan tahun 2009 melihat pekerja perempuan dengan satu atau lebih ratu adalah matriarki reproduktif matang, tapi mereka memiliki spermateka yaitu ruang yang menyimpan postmating sperma, kata Christian Rabeling, bioevolusinaris dari Harvard University.

"Ketika saya pertama mengeledah, saya curiga bahwa saya melakukan kesalahan," kata Rabeling.

Rabeling mengatakan kejutan ini bisa dimengerti. Dengan tidak adanya kejantanan, ratu harus bereproduksi secara aseksual, entah bagaimana mengubah telur menjadi larva tanpa pembuahan sperma.

Lebih dari 10.000 spesies semut dimana para peneliti telah mengidentifikasi hanya segelintir yang dapat melakukan kemampuan tersebut. Dan sebagian dari mereka tampaknya mencampur reproduksi seksual dan aseksual.

Karena populasi aseksual tidak bisa mencampur dan mencocokkan gen melalui perkawinan, mereka sering kekurangan keanekaragaman genetik untuk merespon tantangan ekologis.

Bukan akhir dari cerita, studi terbaru Rabeling melihat lebih luas 234 sampel genetik koloni M. smithii dari 39 populasi berbeda di seluruh Amerika Latin. Koloni Puerto Rico sebagian besar hidup seperti biarawati di biara. Dari 35 populasi, setiap semut tampaknya merupakan klon identik ibunya.

Tapi empat populasi lain punya kejutan revolusi seksual. Populasi yang hidup di sepanjang Sungai Amazon Brazil, totem semut pekerja memiliki gen campuran seperti dalam masyarakat seksual. Rabeling mengeledah ratu lagi dan kali ini menemukan sperma, tanda pasti bahwa mereka melanggar janji matriarki.

"Tanpa pertukaran materi genetik, tidak ada [spesies] bertahan dalam jangka panjang," kata Rabeling melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Ini tidak mengejutkan untuk melihat hookups licik dipegang bersama-sama sebagian besar spesies aseksual, kata Julien Foucaud, bioevolusinaris dari CNRS di Gif-sur-Yvette.

Tapi Foucaud juga memperingatkan tentang manfaat dari aseksualitas. Seks tidak hanya menambahkan gen baru, tetapi juga dapat memecah setiap gen yang telah bekerja dengan baik.

"Kadang-kadang buruk untuk menjadi seksual," kata Foucaud.

Para ilmuwan menemukan spesies semut tidak hanya sebagai kelamin tetapi sebuah array besar perilaku reproduksi. Studi Rabeling bukan yang pertama untuk melihat klon-klon semut seksual yang tersembunyi di antara ratu hidup, tetapi itu laporan ini paling lengkap, kata Jürgen Heinze, bioevolusinaris dari University of Regensburg di Jerman.

"Ini benar-benar booming strategi yang berbeda," kata Heinze.

Rabeling mengakui banyak seluk-beluk koloni seksual kehidupan spesies yang masih belum jelas. Para peneliti masih belum menemukan laki-laki tunggal M. smithii secara seksual seperti dalam mitologi kerajaan ratu dan laki-laki hanyalah budak.

"Mereka tidak melakukan apa-apa di masyarakat. Setelah kawin, mereka ditendang keluar dari sarang," kata Rabeling.
Cryptic sexual populations account for genetic diversity and ecological success in a widely distributed, asexual fungus-growing ant

Christian Rabeling1,2
  1. Section of Integrative Biology, University of Texas, Austin, TX 78712
  2. Department of Entomology, National Museum of Natural History
PNAS July 18, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1105467108
Christian Rabeling http://gap.entclub.org/taxonomists/Rabeling/index.html
Julien Foucaud http://www.cnrs.fr/
Jürgen Heinze http://www.biologie.uni-regensburg.de/RIGeL/Faculty/staff/HeinzeJuergen.html

Artikel Lainnya: