Pages

Sekuens Genom Lengkap Karang Acropora digitifera Untuk Konservasi

Jurnal KeSimpulan.com - Sekuens genom menjelaskan respon karang terhadap stres dan penyakit. Salah satu spesies karang paling terpukul oleh perubahan iklim telah diurutkan.

Genom karang Acropora digitifera yang muncul di Nature adalah spesies umum di Great Barrier Reef Australia dan berada di bawah ancaman perubahan lingkungan yang disebabkan oleh pemanasan global, lautan lebih asam serta penyakit dan stres lainnya.

Ini adalah sekuens genom lengkap karang pertama kalinya yang mengungkap dating lebih awal dari perkiraan sebelumnya dan setidaknya satu spesies penting jauh lebih rapuh menghadapi kekhawatiran lingkungan.

Chuya Shinzato dari Okinawa Institute of Science and Technology di Okinawa mengumumkan genom Acropora digitifera dengan mengidentifikasi 23.688 gen penyandi protein.

Membandingkan genom karang dengan cnidarian kerabat ubur, anemon laut, dan hydras menemukan bahwa karang muncul sekitar 500 juta tahun lalu atau 250 juta tahun lebih awal dari catatan fosil yang dikenal paling awal.

Para peneliti juga menemukan A. digitifera tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk menghasilkan asam amino esensial, cysteine. Artinya karang kemungkinan bergantung pada organisme mikroskopis yang disebut simbiosis dinoflagellates untuk biosintesis cysteine sehingga karang sangat rentan terhadap perubahan kondisi iklim.

David Miller, biolog koral di Queensland's James Cook University in Townsville, Australia, mengatakan laporan genomik karang membantu para ilmuwan untuk mengidentifikasi gen yang bertanggung jawab dalam mengatasi stres lingkungan dan akhirnya bisa menjadi masukan upaya konservasi.
Using the Acropora digitifera genome to understand coral responses to environmental change

Chuya Shinzato1
  1. Marine Genomics Unit, Okinawa Institute of Science and Technology Promotion Corporation, Onna, Okinawa 904-0412, Japan
Nature, 24 July 2011

Download dan Akses : DOI:10.1038/nature10249
David Miller http://www.jcu.edu.au/cgc/MillerHP.html
Chuya Shinzato http://www.oist.jp/en.html

Gambar : Okinawa Institute of Science and Technology http://www.oist.jp/en.html

Artikel Lainnya: