Pages

Kohort Vegetarian 30 Persen Lebih Rendah Terkena Penyakit Usus

Jurnal KeSimpulan.com - Vego adalah istilah bagi vegetarian dimana cara makan mereka membuat perut jadi lebih baik, demikian pesan kesehatan publik dari studi terbaru.

Sampel lebih dari 50.000 orang dewasa vegetarian di Inggris menunjukkan sepertiga lebih sedikit kemungkinan mendapat penyakit usus daripada rekan-rekan mereka pemakan daging. Asupan yang relatif tinggi serat dan diet vegetarian secara signifikan lebih rendah menderita penyakit divertikular.

Penyakit divertikular telah mendapat cap "penyakit peradaban barat" karena sering membandingkan prevalensi negara-negara seperti Inggris, Amerika dan Australia dengan Afrika. Gejala termasuk kram perut, kembung, angin, sembelit dan diare hingga kematian.

Francesca Crowe, epidemiolog gizi dari University of Oxford, dan rekannya mengikuti 47.033 orang dewasa. Kohort, 15.459 (33 persen) adalah vegetarian yang mengikuti 11,6 tahun program sehat.

Setelah memperhitungkan variabel seperti merokok, alkohol dan indeks massa tubuh, vegetarian memiliki risiko 30 persen lebih rendah terkena penyakit divertikular daripada non-vegetarian dan melapor ke British Medical Journal.

Malcolm Riley, epidemiolog gizi dari CSIRO Food and Nutritional Sciences, mengatakan penelitian menunjukkan ada hubungan antara jumlah konsumsi daging dan insiden penyakit divertikular di antara omnivora.

"Hal ini karena hanya sedikit kelompok sampel untuk berbagai jenis pemakan daging," kata Riley.

Trevor Lockett, juga dari CSIRO, mengatakan meskipun kohort terdiri dari "kelompok sadar kesehatan" kesimpulan yang diambil adalah valid. Meskipun temuan ini tidak baru, studi menjadi konfirmasi kuat karena jumlah populasi besar. Juga menyoroti pesan kunci kesehatan publik lainnya seperti merokok dan obesitas.

Perokok berat memiliki 86 persen peningkatan risiko penyakit divertikular sementara obesitas memiliki 67 persen peningkatan risiko terlepas dari pola diet.

Tapi Lockett mengatakan tingkat penyakit divertikular di kalangan vegetarian mungkin kurang dilaporkan karena preferensi pengobatan non-klinis penyakit mereka. Jennie Brand-Miller, nutriolog dari University of Sydney, sependapat dan tetap skeptis mengenai korelasi antara vegetarian dan penyakit kronis.

"Vegetarian bukan sekedar diet, ada banyak perbedaan halus dalam perilaku gaya hidup," kata Brand-Miller.

Meskipun peneliti mencoba menjelaskan karakteristik pembaur, Brand-Miller mengatakan hampir tidak mungkin untuk melakukannya. Tapi ia mengatakan hubungan antara asupan serat dan tingkat yang lebih rendah penyakit divertikular lebih kuat.

Diet and risk of diverticular disease in Oxford cohort of European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC): prospective study of British vegetarians and non-vegetarians

Francesca L Crowe1 et.al.
  1. Cancer Epidemiology Unit, Nuffield Department of Clinical Medicine, University of Oxford, Oxford OX3 7LF, UK
British Medical Journal, 19 July 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1136/bmj.d413

Francesca Crowe http://www.ndm.ox.ac.uk/principal-investigators/researcher/francesca-crowe
Malcolm Riley http://www.csiro.au/
Trevor Lockett http://www.csiro.au/people/Trevor.Lockett.html
Jennie Brand-Miller http://sydney.edu.au/medicine/people/academics/profiles/jennieb.php


Artikel Lainnya: