Pages

Invansi Booming Populasi Ubur-ubur Ancaman Dari Laut

Jurnal KeSimpulan.com - Ubur-ubur memaksa pembangkit listrik mogok. Booming ubur-ubur sudah mengkhawatikan dan menjadi ancaman kongkrit pantai dunia.

Ubur-ubur tidak memiliki tulang, gembur dan 90 persen terdiri air, tetapi mereka mengancam mengubah zona pantai dalam waktu dua dekade. Populasi besar ubur-ubur telah memaksa penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang, Skotlandia dan PLTU di Israel dalam beberapa minggu terakhir.

Ledakan populasi umbu-ubur di seluruh lautan dunia memiliki potensi menjadi "cukup bencana" jika tidak diteliti, kata Jamie Seymour, biolog manajemen dari James Cook University di Queensland.

Pekan lalu filter di Orot Rabin Electric Power Station di pantai barat Israel yang menggunakan air laut untuk mendinginkan reaktor tersumbat tonase ubur-ubur.

Dua reaktor listrik Torness di selatan-timur pantai Skotlandia ditutup setelah ubur-ubur menyumbat filter air bulan lalu.

Sebelum tsunami, sistem pendingin di salah satu reaktor pembangkit nuklir Shimane di Jepang barat juga ditutup dengan kasus sama.

Perairan hangat musiman di belahan Bumi utara yang kondusif bagi pertumbuhan makhluk berdarah dingin menjadi salah satu penjelasan mengapa insiden listrik terjadi secara berurutan.

Namun pemanasan global, nitrifikasi laut dan penangkapan ikan yang berlebihan juga menciptakan lingkungan untuk ekspansi besar hewan ini yang telah ada sekitar setengah miliar tahun lalu.

"Semua variabel ini secara individual berpotensi menyebabkan lebih banyak ubur-ubur dan kita ikut menambah jumlah mereka," kata Monty Graham, biolog pankton dari Dauphin Island Sea Laboratory, melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Pemanasan global meningkatkan suhu air bagi hewan-hewan berdarah dingin jadi lebih hangat. Anda membuatnya lebih cepat tumbuh," kata Seymour.

"Peningkatan nutrisi di laut meningkatkan jumlah ganggang sehingga meningkatkan jumlah kebun binatang plankton atau makhluk kecil dan itulah yang ubur-ubur makan," kata Seymour.

"Yang ketiga adalah penangkapan ikan yang berlebihan. Jadi Anda menghapus semua predator utama," kata Seymour.

Sulit untuk memprediksi berapa banyak populasi ubur-ubur di seluruh dunia tumbuh dalam beberapa tahun mendatang, namun jika jumlah terus meningkat, manusia bisa "membawa bencana" dalam beberapa dekade.

"Ini memiliki cukup potensi menjadi bencana. Kami benar-benar tidak tahu [apa yang akan terjadi dalam jangka panjang]. Ubur-ubur muncul mengikuti musim, mungkin juga hadir untuk waktu yang cukup lama," kata Seymour.

"Anda akan melihat cara orang menggunakan beachfronts. Jadi bukannya ke pantai dan melihat satu atau dua Ubur-ubur, Anda akan [lihat] pantai tertutup Ubur-ubur," kata Seymour.

Lantas apa yang harus dilakukan?

Seymour melihat penangkapan ikan berlebihan dan pemanasan global yang mendorong booming Ubur-ubur perlu diperhatikan.
Jellyfish blooms result in a major microbial respiratory sink of carbon in marine systems

Robert H. Condon1,2 et.al.
  1. College of William and Mary, Virginia Institute of Marine Science, Gloucester Point, VA 23062
  2. Dauphin Island Sea Laboratory, Dauphin Island, AL 36528
PNAS, June 21, 2011 vol. 108 no. 25 10225-10230

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1015782108
Jamie Seymour http://www.jcu.edu.au/mtb/staff/academic/JCUDEV_014308.html
Monty Graham http://faculty.disl.org/mgraham.html

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment