Pages

Baterai Lithium-ion Begitu Kecil Hingga Jadi Transparan 60 Persen

Jurnal KeSimpulan.com - Baterai transparan untuk perangkat tembus pandang. Para peneliti Stanford University di California membuat nano elektroda yang terlalu kecil dilihat.

Baterai lithium-ion transparan menjadi lompatan untuk gadget elektronik seperti iPads tembus pandang. Banyak komponen elektronik dapat dibuat transparan, tapi sejauh ini belum pernah untuk catu daya, kata Yi Cui, materiolog dari Stanford, melapor ke Proceedings of National Academy of Sciences.

Bahan transparan dengan mudah ditemukan untuk casing dan konduktor tapi elektroda secara alami cenderung buram. Cui membuat komponen begitu kecil sehingga di luar resolusi mata manusia. Masing-masing elektroda keluar dari jaring sangat halus, bukan sebuah lembaran solid.

Karena tidak ada untai individual selebar lebih dari 35 mikrometer, komponen terlalu kecil untuk mata. Jadi ketika ditumpuk tampak transparan seperti melihat dua saringan yang sangat halus.

Menciptakan fitur kecil elektroda aktif adalah rumit, kata Cui. Teknik fabrikasi litograf mampu menciptakan struktur pada skala ini, tetapi proses melibatkan pelarut yang berbahaya bagi elektroda.

Jadi, tim Cui menggunakan teknik microfabrication untuk pertama kali membuat pola cetakan kotak dari silikon. Kemudian lapisan setebal 100 micrometer polydimethylsiloxane (PDMS) yaitu polimer fleksibel transparan, diterapkan menggunakan teknik yang disebut electro-spinning.

Cui dan para koleganya menunjukkan baterai lithium-ion meloloskan 60% cahaya yang melalui dan kepadatan energi 10 watt jam per liter. Tidak sebagus kaca, tapi cukup jelas untuk membaca teks di sisi sebelahnya.

"Ini sangat transparan," kata Cui.

Tapi kepadatan energi 10 watt jam per liter adalah rendah. Kepadatan energi baterai Lithium-ion konvensional biasanya lebih besar, kata Hiroyuki Nishide, kimiawan dari Waseda University di Tokyo, yang juga memimpin proyek baterai transparan menggunakan nitroxide radicals.
Transparent lithium-ion batteries

Yuan Yang1,2
  1. Departments of Materials Science and Engineering, Stanford University, Stanford, CA 94305
  2. Electrical Engineering, Stanford University, Stanford, CA 94305
PNAS, July 25, 2011

Download dan Akses : DOI: 10.1073/pnas.1102873108
Yi Cui http://www.stanford.edu/group/cui_group/bio.htm
Hiroyuki Nishide http://www.appchem.waseda.ac.jp/fm-eng/NISHID-E.HTM

Artikel Lainnya: