Pages

Apa yang Dilakukan Paus Gray Eschrichtius robustus selama Pleistosen?

Jurnal KeSimpulan.com - Untuk bertahan hidup di Zaman Es, Ikan Paus beradaptasi diet. Di era Pleistocene Paus Gray (Eschrichtius robustus) makan di Baskom.

Seperti para sepupunya, Paus Bungkuk dan Paus Biru, populasi Ikan Paus Abu-Abu California terkuras oleh industri penangkapan ikan paus. Namun para peneliti melaporkan hingga kedatangan manusia, Paus Abu-Abu California sangatlah tangguh.

Sebuah studi dilaporkan ke PLoS ONE menunjukkan selama beberapa juta tahun terakhir Paus Abu-Abu selamat menjalani zaman es yang menghalangi rute migrasi mereka dengan sedikit melakukan kompromi diet.

Nicholas D. Pyenson, paleobiolog dari Smithsonian Institution di Washington, D.C, dan rekannnya mempelajari sejarah ekologi Eschrichtius robustus yang hidup di Pantai Pasifik. Pyenson mengatakan sebelum munculnya industri perburuan paus, populasi 2 hingga 4 kali dibanding hari ini yaitu sekitar 22.000 ekor.

Selama periode glasiasi intens, migrasi ke wilayah Laut Bering yang tertutup es tidak mungkin dilakukan. Tetapi jika ada penurunan tajam populasi ikan paus mungkin disebabkan genetik atau kawin sedarah yang jelas terjadi di DNA mamalia.

Sejauh ini, para peneliti mengatakan tidak ada penanda genetik tersebut yang ditemukan. Sebaliknya, ada kemungkinan paus memperluas jangkauan makan dari dasar laut ke baskom permukaan es. Secara fisik, mereka dapat merubah pola diet ini, kata Nicholas D. Peynson, yang juga kurator mamalia laut di Smithsonian.

Sekelompok kecil Eschrichtius robustus di Pasifik yang hidup antara Washington State dan Pulau Vancouver di British Columbia tidak bermigrasi sama sekali dan memangsa secara eksklusif ikan di baskom tersebut bukan di dasar laut.

"Populasi ini adalah sinyal plastisitas ekologi yang mereka miliki," kata Peynson.
What Happened to Gray Whales during the Pleistocene? The Ecological Impact of Sea-Level Change on Benthic Feeding Areas in the North Pacific Ocean

Nicholas D. Pyenson1,2 dan David R. Lindberg3
  1. Department of Paleobiology, National Museum of Natural History, Smithsonian Institution, Washington, D.C., United States of America
  2. Departments of Mammalogy and Paleontology, Burke Museum of Natural History and Culture, University of Washington, Seattle, Washington, United States of America
  3. Department of Integrative Biology, Center for Computational Biology and Museum of Paleontology, University of California, Berkeley, California, United States of America
PLoS ONE 6(7): e21295, July 6, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0021295
Nicholas D. Pyenson http://paleobiology.si.edu/staff/individuals/pyenson.html

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment