Pages

Anak Burung Beo Forpus passerinus Belajar Bicara Dari Pengasuhnya

Jurnal KeSimpulan.com - Burung beo suka latah dengan meniru kemampuan linguistik mirip manusia. Ocehan Beo adalah hasil belajar dan bukan bawaan lahir.

Seperti kita manusia, Burung Beo belajar vokal seumur hidup. Karena kesamaan ini, peneliti telah lama bertanya-tanya apakah anak Beo pertama kali harus belajar ataukah suara-suara mereka bakat bawaan sebelum lahir.

Sekarang sebuah tim yang mempelajari panggilan menemukan anakan Nuri belajar panggilan ketika pertama kali dari orang tua seperti yang dilakukan bayi manusia.

Para ilmuwan menemukan suara green-rumped parrotlets (Forpus passerinus), spesies parkit yang hidup di Amerika Selatan, yang berfungsi seperti sebuah nama. Burung-burung menggunakan nama untuk menemukan dan mengenali pasangan dan mengidentifikasi anak-anaknya.

"Studi lain pada spesies Beo di penangkaran menyarankan individu memiliki nama dalam anggota keluarga mereka," kata Karl Berg, ornitolog dari Cornell University, yang ingin tahu burung-burung ini di alam liar.

Di penangkaran tidak bisa dilakukan untuk menjelaskan fungsi perilaku seperti di alam atau bagaimana mereka berevolusi. Tetapi mempelajari Beo di alam liar sangat sulit karena umumnya bersarang di lubang pohon tinggi, kata Timothy Wright, ekobehavioris dari New Mexico State University di Las Cruces.

Berg dan rekannya mendalami populasi liar Forpus passerinus di Venezuela yang telah dipelajari sejak tahun 1987. Sarang di tiang pohon dan ilmuwan membawa 106 kotak sarang buatan dimana Forpus passerinus mudah pindah sarang.

Kotak-kotak memungkinkan para peneliti mengakses burung, telur, dan anakan untuk merekam audio dan video dalam sarang.

Berg menukar telur antar 12 pasangan orang tua yang berbeda. Jadi ketika anakan menetas, mereka dibesarkan oleh orangtua asuh. Sedangkan 8 sarang lain sebagai kontrol tinggal dengan orang tua biologis. Jika panggilan kontak adalah bawaan, mereka harus mirip dengan orang tua kandung daripada mereka orang tua asuh.

Tim mencatat dan menganalisis panggilan orang tua biologis dan anak angkat. Laporan ke Proceedings of the Royal Society of London B menjelaskan anak-anak ini belajar panggilan dari orang tua angkat mereka. Jadi panggilan tidak diwariskan.

"Para orangtua baik ibu dan ayah hanya menyediakan template, ada perubahan sedikit sehingga masing-masing anak berakhir dengan panggilan unik," kata Berg mengatakan.

Ketika anak meninggalkan sarang, orang tua menggunakan kontak panggilan untuk menemukan anak-anak mereka karena harus diberi makan selama 21 hari. Mereka hidup di dalam kelompok besar sehingga orang tua perlu beberapa cara untuk mengidentifikasi anak mereka sendiri, kata Berg.

"Studi yang keren. Pekerjaan mereka menimbulkan kemungkinan Beo memperoleh panggilan mereka dengan cara yang berbeda dari spesies lain dan bahkan mungkin mirip dengan beberapa aspek pembelajaran pidato bayi manusia," kata Ofer Tchernichovski, biopsikolog dari Hunter College di New York City.
Vertical transmission of learned signatures in a wild parrot

Karl S. Berg1,2 et.al.
  1. Cornell Laboratory of Ornithology, Ithaca, NY 14850, USA
  2. Neurobiology & Behavior, Cornell University, Ithaca, NY 14850, USA
Proceedings of the Royal Society of London B, July 13, 2011

Download dan Akses : (maaf link kami disable)
Karl Berg http://www.nbb.cornell.edu/berg.shtml
Timothy Wright http://biology-web.nmsu.edu/twright/
Ofer Tchernichovski http://ofer.sci.ccny.cuny.edu/

Video : Karl Berg on Vimeo




Artikel Lainnya: