Pages

Validasi Seleksi Kekerabatan Darwin Di Mikroba Protista Mikrokosmos

Jurnal KeSimpulan.com - Pertandingan di kandang mikroba protists kingdom lolos tes Darwin. Peneliti mengadu domba kekerabatan spesies mikroorganisme dalam cawan petri.

Anda tidak akan melihat mereka membawa pentungan dengan mata telanjang. Tetapi di bawah mikroskop, perang akar rumput sedang terjadi. Jika organisme bergantung pada sumber makanan dan di ruang yang sama untuk menopang hidup maka ada persaingan sengit untuk saling membunuh dan berujung kepunahan.

Para ilmuwan mempelajari bagaimana spesies berbeda bersaing satu sama lain atas asumsi yang pertama kali pada tahun 1859 dalam buku Charles Darwin berjudul On the Origin of Species. Ada dua atau lebih spesies kerabat yang bergantung pada sumberdaya dan habitat yang sama maka mereka akan bersaing. Inilah seleksi alam.

Lin Jiang, ekologi dari Georgia Institute of Technology di Atlanta, dan rekannnya menguji mikroorganisme bersel untuk menentukan apakah hipotesis kompetisi Darwin berlaku di sini.

"Anda bisa melihat sebuah ekosistem yang lebih besar, tetapi di lapangan, selalu ada faktor perancu dan apakah dua spesies dapat hidup berdampingan tergantung pada banyak hal," Jiang.

Predator A, misalnya, menikam salah satu spesies keluar dari persamaan. Jadi Jiang menciptakan sebuah sistem sederhana di laboratorium menggunakan protista, organisme bersel satu yang secara alami berkembang dalam sampah dan memakan bakteri.

Jiang memilih 10 jenis protista, beberapa diantaranya kerabat dekat dan lainnya kerabat jauh, dan diadu bersama dalam 45 kombinasi klasemen pertandingan.

Mereka dibudidaya berpasangan dalam ekosistem buatan (disebut mikrokosmos) yaitu botol media penuh cairan dan nutrisi. Kemudian peneliti membiarkan mikrokosmos selama 10 minggu dan mengambil sampel setiap minggu untuk mengukur prevalensi setiap spesies protista. Setelah 10 minggu, hanya satu protista selamat.

Ketika tim menggabungan setiap kombinasi untuk nasib kekerabatan protista, ditemukan bahwa hipotesis Darwin benar. Semakin erat pasangan kekerabatan organisme terkait masing-masing, hanya akan menyisakan satu spesies setelah 10 minggu kompetisi, para peneliti melaporkan ke Ecology Letters.

Pasangan yang berkerabat lebih jauh menjadi lebih mungkin untuk hidup berdampingan dalam mikrokosmos dan mempertahankan populasi stabil sampai akhir eksperimen.

Meskipun studi ekologi telah mengandalkan kompetisi hipotesis Darwin selama 150 tahun, studi Jiang adalah pertama kali untuk validasi dengan cara yang terkontrol, kata Marc Cadotte, ekolog dari University of Toronto di Scarborough, Kanada.

"Laporan ini akhirnya mendukung salah satu asumsi utama penelitian sebelumnya," kata Cadotte.

Memahami cara spesies berkompetisi menjadi penting untuk belajar bagaimana mengembalikan habitat, menghindari spesies invasif, menjaga ekosistem, dan meningkatkan keragaman organisme di suatu daerah, kata Cadotte.

"Pertanyaan berikutnya bagaimana kemungkinan ini terjadi dalam kelompok-kelompok organisme lain? Khusus untuk mikroba ini atau lebih umum? Dugaan saya terjadi secara luas, tetapi perlu diuji," kata Cadotte.
Phylogenetic limiting similarity and competitive exclusion

Cyrille Violle1,2,3
  1. School of Biology, Georgia Institute of Technology, Atlanta, GA, USA
  2. Department of Ecology and Evolutionary Biology, University of Arizona, Tucson, AZ, USA
  3. Centre d’Ecologie Fonctionnelle et Evolutive-UMR 5175, CNRS, Montpellier, France
    Ecology Letters, 14 JUN 2011

Download dan Akses : DOI:10.1111/j.1461-0248.2011.01644.x

Lin Jiang http://www.biology.gatech.edu/people/lin-jiang/
Marc Cadotte http://www.utsc.utoronto.ca/~mcadotte/

Artikel Lainnya: