Pages

Petani China Merekayasa Genetika Padi Oryza sativa japonica 10 Ribu Tahun Lalu

Jurnal KeSimpulan.com - Petani genetik dimulai 10.000 tahun yang lalu. Pemuliaan tanaman secara canggih telah diterapkan para lelehur petani padi di China.

Tanpa disadari leluhur petani padi di China menanam tonggak rekayasa genetika padi Oryza sativa japonica. Sekitar 10.000 tahun yang lalu, petani padi di China adalah perintis awal pembiakan genetik modern.

Seperti petani modern, mereka tampaknya menyadari bahwa tanaman padi yang lebih pendek akan menghasilkan panen yang lebih tinggi dan tanpa disadari terpilih mutasi gen yang menyusutkan batang padi yaitu tanaman stalkier menghasilkan gabah lebih banyak tanpa roboh.

Kenji Asano dari Nagoya University di Nagoya, Jepang, dan rekannya melihat ketan Oryza sativa japonica dan menemukan dua mutasi gen semi-dwarf1 (SD1) yang tidak ada dalam berbagai varietas liar atau di dalam beras butir memanjang.

Apalagi DNA SD1 kurang bervariasi, meskipun lebih dari 100 potongan lain tidak di dalam genom.

Fenotip SD1 mengkode enzim sebagai functional nucleotide polymorphisms (FNPs) yang bertanggung jawab untuk batang lebih pendek dan aktivitas biosintesis giberelin.

Temuan menunjukkan bahwa SD1 telah mengalami seleksi buatan dalam evolusi beras dan FNPs berpartisipasi dalam domestikasi japonica oleh manusia purba dengan menerapkan gen. Hal ini menunjukkan SD1 berada di bawah tekanan kuat yang dilestarikan 10.000 tahun yang lalu, ketika ketan dan beras butir panjang dibudidayakan.


Asano berpikir petani yang menanam padi ketan pertama mendorong perubahan untuk mendapatkan panen yang lebih baik dan tanpa sadar melakukan rekayasa awal gen SD1 yang memainkan peran kunci di abad ini dalam meningkatkan hasil dan mengamankan kecukupan pangan populasi global.
Artificial selection for a green revolution gene during japonica rice domestication

Kenji Asano1, et.al.
  1. Bioscience and Biotechnology Center, Nagoya University, Nagoya, Aichi 464-8601, Japan
PNAS, June 6, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1019490108
Gambar : Qifa Zhang, PNAS.

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment