Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Permukiman Homo erectus di Situs Dmanisi Georgia Berdating 1,85 Juta Tahun

Jurnal KeSimpulan.com - Nenek moyang Manusia di Eurasia lebih awal dari perkiraan. Fragmen batu ditemukan di Georgia menunjukkan pemukiman Homo erectus.

Fragmen batu yang ditemukan di Georgia menunjukkan Homo erectus mungkin berevolusi di luar Afrika. Para arkeolog telah lama berpikir Homo erectus, nenek moyang pertama manusia berkembang di Afrika sebelum menyebar ke seluruh Eropa dan Asia. Tetapi bukti peralatan di perbatasan Eropa dan Asia menantang asumsi tersebut.

Reid Ferring, antropolog dari University of North Texas di Denton, dan rekannya menggali situs Dmanisi di Pegunungan Kaukasus Georgia dan menemukan artefak batu, kebanyakan serpihan batuan hominin untuk menciptakan alat penyembelih hewan di sedimen berdating 1,85 juta tahun.

Sampai saat ini, para antropolog berpikir H. Erectus berevolusi antara 1,78 juta hingaa 1,65 juta tahun yang lalu.

Distribusi temuan 122 artefak memanjang dalam wilayah, tidak seperti temuan sebelumnya yang umumnya terkonsentrasi pada satu lapisan sedimen yang menunjukkan hominin berada di situs dalam waktu singkat pada suatu kesempatan.

Artefak menyebar melalui beberapa lapisan sedimen dengan rentang periode antara 1,85 juta hingga 1,77 juta tahun yang lalu dilaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) berdasarkan pengukuran dating pembalikan medan magnet Bumi dan laju pembusukan elemen argon dalam rangkaian lapisan abu vulkanik.

"Ini memang sugestif dari populasi yang berkelanjutan dan berhasil beradaptasi dengan lingkungan beriklim Kaukasus selatan," kata Wil Roebroeks, arkeolog dari Leiden University di Leiden, Belanda.

Kehadiran pemukim menggunakan alat di tepi Eropa menjadi petunjuk awal benua utara, bukan Afrika, mungkin telah melahirkan evolusi H. erectus. Sayangnya, fosil-fosil manusia awal yang bertanggung jawab untuk membuat alat-alat tidak terbukti membantu dalam perdebatan.

Fragmen tulang yang ditemukan di lapisan sedimen yang sama dengan artefak Dmanisi terlalu lapuk untuk diidentifikasi sebagai milik salah satu spesies, sehingga mustahil untuk mengatakan dengan pasti apakah alat tersebut dibuat oleh H. erectus.

Fosil tengkorak juga tidak diambil sebelumnya dari sedimen dalam menyelesaikan kontroversi. Fosil berasal dari 1,77 juta tahun lalu, memiliki volume otak antara 600 dan 775 cm kubik, sedangkan H. erectus umumnya memiliki volume rata-rata 900 sentimeter kubik. Sebagai perbandingan, manusia modern memiliki kapasitas otak sekitar 1.350 sentimeter kubik.

"Banyak orang menyebut fosil Dmanisi adalah H. erectus awal, namun masih ada perdebatan tentang hal ini," kata Ferring.

Bahkan jika pemukim awal dari situs Dmanisi bukan H. erectus awal, masih ada masalah dimana perhitungan para antropolog sebelumnya tidak ada hominin di luar Afrika sedini 1,85 juta tahun yang lalu. Homo habilis yang pertama kali muncul sekitar 2,4 juta tahun yang lalu, berkembang menjadi H. Erectus.

"Jelas terlihat seolah-olah H. erectus asal Afrika harus dipertimbangkan," kata Philip Rightmire, antropolog dari Harvard University.

Bernard Wood, antropolog dari George Washington University di Washington DC. mengatakan fosil-fosil H. habilis dianggap cukup mirip kera sebagai bagian dari garis keturunan Australopithecus yang mencakup spesies lebih dari 3 juta tahun yang diwakili oleh kerangka parsial Lucy.

"Buku teks antropologi tahun 1990-an sering menunjukkan peta dengan panah besar yang menunjukkan migrasi H. erectus awal dari wilayah yang disimpulkan atas Afrika timur ke bagian lain sebagai Old World," kata Roebroeks.

Temuan di Dmanisi membuat penjelasan lemah. Ferring dan rekannya mengusulkan beberapa nenek moyang H. erectus mungkin telah melakukan perjalanan ke Asia dan mungkin Eropa, sedikit berevolusi, lalu berjalan kembali ke Afrika.

"Ingat, tidak akan jelas bagi manusia awal meninggalkan Afrika. Tidak ada tanda-tanda. Anda meninggalkan Afrika sekarang! Datang dan kunjungi kami lagi," kata Wood.

Tetapi Wood mengakui tidak jelas mengapa hominin membuat gerakan-gerakan ini. Ferring menunjukkan hominin kuno mungkin mengikuti sumber makanan yaitu hewan buruan.

"Ini membingungkan saya," kata Wood.

"Firasat saya migrasi ini terkait dengan munculnya karnivori dan fleksibilitas yang tiba-tiba untuk tinggal dan makan daging di mana saja," kata Ferring.

"Kita cenderung menganggap manusia awal hidup di dunia bebas penyakit, tetapi mungkin mereka tersingkir di beberapa tempat oleh epidemi, dan satu-satunya yang sehat berada di ujung distribusi yang kemudian bisa bergerak kembali ke wilayah yang telah kosong," kata Wood.
Earliest human occupations at Dmanisi (Georgian Caucasus) dated to 1.85–1.78 Ma

Reid Ferring1, et.al.
  1. Department of Geography, University of North Texas, Denton, TX 76203
PNAS, June 6, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1106638108
Reid Ferring https://faculty.unt.edu/editprofile.php?pid=1748&onlyview=1
Wil Roebroeks http://www.archaeology.leiden.edu/organisation/staff/roebroeks.html
Philip Rightmire http://www.fas.harvard.edu/~palanth/Paleolab/rightmire.html
Bernard Wood http://home.gwu.edu/~bwood/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment