Pages

The Mismeasure of Man Antara Stephen Jay Gould versus Samuel George Morton

Jurnal KeSimpulan.com - Mis-pengukuran tengkorak oleh Stephen Jay Gould dalam catatan sengketa ras. Ikon ilmiah, Stephen Jay Gould dikritik karena mengkritik ilmiah rasis.

Dalam laporan ke Science pada 1978, Gould (1941-2002), menunjukkan bahwa Samuel George Morton (1799-1851), seorang dokter terkemuka di Philadelphia, telah salah mengukur kapasitas koleksi 1.000 tengkorak "American Golgotha" yang dikumpulkan dari seluruh dunia karena bersifat apriori dari keyakinan rasisnya.

Temuan ini menyebabkan salah satu buku Gould paling terkenal yaitu "The Mismeasure of Man" menjadi sebuah kritik terhadap rasisme ilmiah.

"Morton sekarang dipandang sebagai contoh kanonik perbuatan ilmiah. Tetapi apakah Morton benar-benar fudge data? Apakah studi tentang variasi manusia pasti bias ras sesuai pendapat Gould, atau mungkin tujuan dapat dicapai seperti usaha Morton?" kata Jason Lewis, paleoantroprolog dari Stanford University, melapor ke PLoS Biology.

Jadi, Lewis bersama tim mengukur ulang tengkorak yang dikumpulkan oleh Morton yang sekarang sebagian besar dimiliki oleh University of Pennsylvania Museum of Archaeology and Anthropology di Philadelphia.

Secara keseluruhan Morton tidak melakukan kesalahan dalam mengukur kapasitas tengkorak, tetapi kesalahan bersifat random. Kesalahan yang acak tidak mendukung pandangan rasial apapun tentang ukuran otak bahwa volume yang lebih besar untuk ras orang kulit putih atas ras yang lain.

Saat ini, para peneliti tahu bahwa ukuran tengkorak yang lebih besar karena berfungsi untuk adaptasi cuaca dingin.

Evaluasi Morton dan Gould, bukan merupakan sengketa pandangan rasis yang sayangnya secara umum muncul dalam sains di abad ke-19 atau bias yang tidak tepat mempengaruhi penelitian di beberapa kasus.

Selanjutnya, penelitian menunjukkan bahwa variasi manusia modern umumnya kontinu dan variasi pada manusia modern sebanding populasi. Secara khusus, variasi kapasitas tengkorak pada populasi manusia tampaknya sebagian besar sebagai fungsi iklim, sehingga berbagai kapasitas rata-rata terlihat dalam kelompok-kelompok asli Amerika karena secara historis menduduki garis lintang tersebut.

Morton tidak memanipulasi sampel tengkorak atau berbuat tidak adil dalam memilih data untuk laporan, bias jenis kelamin, atau mengabaikan error untuk mendukung interpretasi ras pada tengkorak tersebut. Selain itu, para peneliti menemukan Gould membuat beberapa kesalahan dalam analisis ulang tentang Morton.

The Mismeasure of Science: Stephen Jay Gould versus Samuel George Morton on Skulls and Bias

Jason E. Lewis1, et.al.
  1. Department of Anthropology, Stanford University, Stanford, California, United States of America
PLoS Biology, June 7, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001071

SJ Gould. Morton's ranking of races by cranial capacity. Unconscious manipulation of data may be a scientific norm. Science, 5 May 1978: Vol.200 no.4341 pp.503-509, DOI:10.1126/science.347573

Jason Lewis http://www.stanford.edu/~lewisjas

The Mismeasure of Man http://en.wikipedia.org/wiki/The_Mismeasure_of_Man
Stephen Jay Gould http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_Jay_Gould
Samuel George Morton http://en.wikipedia.org/wiki/Samuel_George_Morton

Gambar : Jason E. Lewis, et.al., PLoS Biology, DOI:10.1371/journal.pbio.1001071.g001

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment